Bahaya Tren Sahur Tinggi Protein Menurut Para Ahli
- 01 Mar 2026 09:34 WIB
- Serui
RRI,CO.ID. Serui - Dalam beberapa tahun terakhir, muncul berbagai tren diet yang menarik perhatian masyarakat, terutama saat bulan Ramadan. Salah satu tren yang sedang viral adalah konsep sahur 'full protein'. Setelah sebelumnya sempat viral tren sahur 'full karbo'. Dalam tren ini, makanan yang dikonsumsi didominasi sumber protein seperti ayam, telur rebus, dan daging. Tujuannya diklaim agar gula darah tetap stabil dan tubuh memanfaatkan lemak sebagai sumber energi.
Dilansir dari beberapa sumber seperti derikhealt.com. Para ahli mengingatkan pentingnya keseimbangan gizi dalam menu sahur. Dokter spesialis gizi klinis, dr. Raissa E. Djuanda, SpGK AIFO-K FINEM, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti tren ini. Menurutnya, meskipun ada benarnya bahwa tubuh dapat menggunakan lemak sebagai energi ketika asupan karbohidrat sangat rendah, bukan berarti sistem tubuh akan bekerja sesederhana itu saat berpuasa.
Saat dihubungi, dr. Raissa menjelaskan bahwa glukosa tetap dibutuhkan oleh tubuh, terutama untuk fungsi otak dan sel darah merah. Jika asupan karbohidrat terlalu rendah, tubuh bisa memecah protein dari otot sebagai sumber energi, alih-alih langsung membakar lemak. Hal ini tentunya berisiko mengakibatkan efek samping yang merugikan.
Ia menekankan bahwa tren sahur 'full protein' tidak disarankan, terutama bagi mayoritas orang. Ketidakseimbangan nutrisi dalam piring bisa berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari selama puasa. Risiko yang muncul antara lain kelelahan cepat, sulit berkonsentrasi, dehidrasi lebih cepat, hingga masalah pencernaan seperti sembelit.
Dr. Raissa menegaskan bahwa menu sahur ideal sebaiknya tidak sepenuhnya menghilangkan karbohidrat. Pilihan terbaik adalah karbohidrat kompleks yang dipadukan dengan protein, lemak sehat, dan serat. Sebagai contoh, kombinasi nasi merah, telur, ayam, tahu, tempe, alpukat, kacang-kacangan, sayur-mayur, dan buah dapat menjadi pilihan yang memberikan energi stabil sepanjang hari saat berpuasa.
Tren sahur 'full protein' memang menarik perhatian banyak orang, tetapi penting untuk menyadari bahwa konsumsi nutrisi yang seimbang tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan selama bulan puasa. Memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi saat sahur sangatlah penting. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat mengenai pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Dengan pendekatan yang bijak terhadap sahur, kita dapat menjalani bulan Ramadan dengan lebih sehat dan bermakna.