Bahaya Terlalu Sering Berbuka Puasa dengan Gorengan

  • 03 Mar 2026 08:33 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Bulan puasa selalu identik dengan aneka hidangan berbuka yang menggugah selera. Salah satu menu yang hampir tak pernah absen di meja takjil adalah gorengan. Mulai dari bakwan, tahu isi, pisang goreng, hingga risoles, semuanya terasa begitu nikmat setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih memang sulit ditolak.

Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan terlalu sering berbuka puasa dengan gorengan dapat membawa dampak kurang baik bagi kesehatan. Apalagi setelah tubuh berpuasa selama berjam-jam, kondisi lambung dan metabolisme sedang berada dalam fase penyesuaian kembali.

Berikut beberapa bahaya yang mengintai akibat terlalu sering berbuka puasa dengan gorengan:

1. Memberatkan Kerja Lambung

Saat berpuasa, lambung dalam keadaan relatif kosong selama kurang lebih 12–14 jam. Ketika waktu berbuka tiba, sistem pencernaan membutuhkan makanan yang ringan dan mudah dicerna. Gorengan yang tinggi lemak justru membuat lambung bekerja lebih keras. Akibatnya, muncul rasa begah, mual, perut kembung, bahkan nyeri ulu hati.

2. Meningkatkan Risiko Asam Lambung Naik

Makanan yang digoreng cenderung tinggi lemak dan dapat memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi ini berpotensi memicu naiknya asam lambung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat maag atau gangguan lambung. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, keluhan bisa semakin sering muncul selama bulan puasa.

3. Lonjakan Gula Darah dan Rasa Lemas

Beberapa jenis gorengan menggunakan tepung dengan kandungan karbohidrat sederhana. Jika dikombinasikan dengan minuman manis saat berbuka, hal ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Setelah itu, kadar gula darah bisa turun drastis, sehingga tubuh terasa lemas dan mengantuk saat menjalankan ibadah malam.

4. Risiko Kolesterol dan Berat Badan Naik

Gorengan umumnya dimasak dengan minyak yang dipanaskan berulang kali. Minyak seperti ini dapat menghasilkan lemak jenuh dan lemak trans yang kurang baik bagi tubuh. Jika dikonsumsi terus-menerus, risiko kenaikan kolesterol dan berat badan pun meningkat. Puasa yang seharusnya membantu mengontrol pola makan justru bisa berbalik menjadi ajang konsumsi lemak berlebih.

5. Menurunkan Kualitas Energi

Alih-alih memberikan energi yang stabil, gorengan cenderung memberikan rasa kenyang sesaat namun tidak tahan lama. Tubuh membutuhkan nutrisi seimbang seperti protein, serat, vitamin, dan mineral agar tetap bertenaga hingga sahur. Jika terlalu banyak mengonsumsi gorengan, asupan gizi menjadi tidak seimbang.

Berbuka puasa memang menjadi momen yang dinantikan, dan sesekali menikmati gorengan tentu tidak menjadi masalah. Namun, terlalu sering menjadikannya menu utama saat berbuka dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaiknya, awali berbuka dengan air putih dan makanan yang ringan seperti buah atau kurma, kemudian lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki pola makan dan menjaga kesehatan tubuh. Dengan pilihan menu yang lebih bijak, ibadah puasa dapat dijalani dengan tubuh yang lebih sehat dan bertenaga.

Rekomendasi Berita