Gorengan Buat Buka Puasa: Enak tapi harus Dibatasi
- 12 Mar 2026 04:49 WIB
- Serui
RRI.CO.ID. Serui - Mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa adalah salah satu tradisi yang paling dinantikan dan telah menjadi kebiasaan umum bagi banyak orang selama Ramadan. Beragam jenis gorengan seperti bakwan, tahu isi, dan risoles kerap menjadi pilihan favorit untuk membatalkan puasa. . Namun, seiring dengan semangat berbuka puasa, penting untuk memperhatikan kesehatan kita, terutama berkenaan dengan konsumsi gorengan. Dokter menyarankan agar kita lebih bijak dalam mengatur porsi saat menikmati makanan ini.
Dilansir dari beberapa sumber seperti IDNTIMES. Spesialis penyakit dalam dan konsultan endokrinologi metabolik serta diabetes, dr. Waluyo Dwi Cahyono, Sp.PD-KEMD, menegaskan bahwa gorengan boleh saja dikonsumsi saat berbuka, selama konsumsinya dibatasi.. Menurutnya, persoalan utamanya bukan terletak pada jenis makanan, tetapi lebih kepada jumlah yang disantap.
Ia menjelaskan bahwa konsumsi gorengan secara berlebihan dapat memicu kenaikan gula darah, karena gorengan mengandung kadar karbohidrat yang tinggi. Selain itu, penggunaan minyak goreng yang kualitasnya tidak selalu terjamin juga menambah risiko. Metode memasak dan jenis minyak yang digunakan sering kali tidak diketahui oleh konsumen, sehingga dapat mengandung lemak trans berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Meski begitu, dr. Waluyo menekankan bahwa tidak ada keharusan untuk sepenuhnya menghindari gorengan saat berbuka puasa. Ia mengingatkan bahwa gorengan sebaiknya hanya dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai pelengkap, karena kandungan utamanya berupa karbohidrat dan lemak.
Agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, ia merekomendasikan berfokus pada makanan bergizi lengkap yang mengandung empat komponen penting: makanan bergizi. Selain itu, dr. Waluyo menambahkan bahwa gorengan sebaiknya tidak dimakan dalam jumlah besar sehingga membuat perut kenyang sepenuhnya sebelum menyantap makanan utama.
Ia juga mengingatkan pentingnya makan dengan penuh kesadaran atau mindful eating saat berbuka. Ia menjelaskan bahwa lambung idealnya terbagi menjadi tiga bagian: untuk makanan, cairan, dan udara. Oleh sebab itu, penting untuk tidak mengisi perut sepenuhnya dengan makanan semata.
Pesan terakhir dari dr. Waluyo adalah agar masyarakat menjaga keseimbangan asupan makanan dan porsi makan selama Ramadan demi kesehatan sistem pencernaan. Gangguan pencernaan cenderung meningkat menjelang Lebaran, sehingga langkah antisipasi sejak awal sangat dianjurkan.