Personal Branding Bukan Hanya Pencitraan

  • 08 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Istilah personal branding membuat seseorang salah paham sebagai upaya pencitraan semata di media sosial. Padahal membangun personal branding memiliki makna lebih selain menampilkan sisi terbaik diri di dunia digital.

Hal ini disampaikan oleh Emilia seorang pengguna aktif media sosial pada program acara Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga pada Sabtu, 7 Maret 2026. Konsep ini berkaitan dengan bagaimana seseorang menunjukkan nilai, kompetensi, dan karakter secara konsisten kepada publik.

Di era digital yang kompetitif, personal branding menjadi salah satu cara untuk membedakan diri dari orang lain. Banyak profesional, pelaku usaha, hingga mahasiswa mulai menyadari pentingnya membangun identitas yang jelas agar lebih mudah dikenali dan dipercaya.

Media sosial pun menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan tersebut. Ia menilai personal branding bukanlah tentang berpura-pura menjadi orang lain dimana kita harus bisa menunjukkan branding diri yang orisinal.

"Bagi saya, personal branding itu bukan pencitraan palsu tapi memperkenalkan diri apa adanya dengan cara positif," ujarnya. Emilia mulai serius membangun personal branding sejak dua tahun terakhir dengan membagikan konten seputar pengembangan diri dan pengalaman profesionalnya.

Sejak dari itu, ia merasakan manfaat berupa bertambahnya relasi dan pejuang kolaborasi. "Dari pengalaman, saya tidak pernah membuat karakter yang berbeda dari kehidupan nyata, saya rasa konsisten dan jujur jadi buat orang jadi lebih percaya," tambahnya.

Emilia menambahkan tantangan terbesar adalah menjaga komitmen untuk tetap relevan tanpa kehilangan jati diri. Lebih dari sekadar pencitraan, personal branding sebuah proses membangun karakter dan kompetensi seseorang secara positif dan optimis.

Rekomendasi Berita