Manfaat Intermittent Fasting
- 06 Mar 2026 21:27 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Metode Intermittent Fasting (IF) merupakan pola makan yang diklaim efektif membantu menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan metabolisme. Namun, di balik manfaat yang dibicarakan, pemahaman yang tepat tetap diperlukan agar metode ini tidak dilakukan secara sembarangan.
Hal ini diinformasikan oleh dr. Sika Andini, SpGK seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Kamis, 5 Maret 2026. Pembatasan waktu makan yang ekstrem dapat memicu gangguan pada sebagian orang.
Ia menjelaskan ada beberapa risiko bagi tubuh setiap orang karena memiliki pengaruh yang berbeda satu sama lain. "Tubuh setiap individu berbeda jadi kalau dilakukan tanpa perhitungan yang matang, intermittent fasting bisa membuat badan lemas berlebihan, pusing, bahkan gangguan konsentrasi," Ujarnya.
Salah satu risiko yang kerap muncul adalah gangguan kadar gula darah, terutama pada individu dengan riwayat diabetes atau masalah metabolik. "Penurunan asupan dalam waktu lama bisa memicu hipoglikemia pada orang tertentu dan ini bahaya kalau tidak dipantau dengan baik," Tambahnya.
Selain itu, pola makan yang tidak terkontrol saat jam makan juga dapat menimbulkan masalah baru. Ia mengatakan sebagian orang justru mengalami overeating atau makan berlebihan setelah periode puasa.
"Kalau setelah puasa, seseorang membalasnya dengan konsumsi tinggi gula dan lemak, risiko gangguan pencernaan hingga lonjakan berat badan tetap ada," Katanya. Individu dengan riwayat maag atau asam lambung berlebih berisiko mengalami kekambuhan.
"Lambung yang kosong terlalu lama bisa meningkatkan produksi asam khususnya bagi pasien dengan GERD atau gastritis, ini dapat memperparah gejala," Ujarnya. Tak hanya berdampak pada fisik, kemungkinan adanya efek terhadap kesehatan mental karena pembatasan makan yang terlalu ketat dapat memicu stres, kecemasan terhadap makanan, bahkan gangguan pola makan pada individu yang rentan.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok dengan metode ini, seperti gangguan lambung, diabetes yang tidak terkontrol, ibu hamil, maupun remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Kemudian, disarankan agar siapapun yang ingin mencoba intermittent fasting berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis, terutama bila memiliki kondisi kesehatan tertentu.