Generasi Muda Jadi Kunci Masa Depan Endek Bali
- 17 Feb 2026 21:33 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemanfaatan kain endek Bali kini tidak lagi terbatas pada busana adat dan kegiatan seremonial, tetapi mulai merambah gaya busana kasual dan produk kreatif. Tren tersebut mendorong minat generasi muda untuk mengenal dan menggunakan endek dalam aktivitas sehari-hari.
Seniman kain endek Bali, DRA Ni Putu Karnadhi, menilai perubahan pendekatan desain menjadi strategi penting agar endek tetap relevan di pasar modern tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.
“Anak muda sekarang melihat endek tidak harus selalu formal. Bisa dibuat rompi, celana, aksesoris, sehingga terasa lebih dekat dengan gaya mereka,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi model dan kombinasi bahan membuat endek lebih adaptif dan fungsional, sekaligus membantu perajin menjangkau segmen konsumen baru. Penggunaan endek pada seragam sekolah dan pakaian kerja juga dinilai efektif menanamkan kebanggaan sejak dini.
“Ketika sejak TK sampai remaja sudah terbiasa memakai endek, rasa memiliki itu tumbuh. Itu modal penting untuk pelestarian,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan literasi masyarakat mengenai perbedaan tenun tradisional dan produk bermotif mesin juga dinilai perlu diperkuat. Edukasi tersebut membantu konsumen lebih bijak memilih produk sekaligus mendukung perajin lokal.
“Masyarakat perlu tahu ciri tenun asli supaya tidak salah pilih. Dengan begitu perajin tradisional tetap mendapat tempat,” ucapnya.
Komunitas pecinta kain Bali dan kelompok perempuan daerah juga mulai memperluas gerakan edukasi, tidak hanya pada pelestarian kain, tetapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi berbasis tenun tradisional. Langkah ini diharapkan memperkuat regenerasi sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya endek Bali.