Kebaya Adat Bali ke Pura

  • 28 Feb 2026 17:09 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja –

Kebaya Bali merupakan salah satu warisan turun temurun dari leluhur. Namun seiring perkembangan jaman dan dunia fashion, model kebaya berkembang menjadi sangat variasi. Kebaya ke pura khususnya tetap mempertahankan pakem adat Bali yang ada. Dimana model kebaya ini mengutamakan kesopanan, kerapian, dan menutup aurat dengan warna cerah atau putih untuk melambangkan kesucian. Dipadukan dengan kain lembaran yang dililitkan dari arah kiri ke kanan serta sebuah selendang, maka lengkaplah busana adat ke Pura yang baik dan benar.

Berikut panduan lengkap model kebaya Bali yang benar ke pura :
  • Model Kebaya: Pilih kebaya yang rapi dan tidak terlalu ketat. Model kebaya Kartini yang tertutup di bagian depan atau kebaya brokat dengan motif rapat sangat disarankan agar lekuk tubuh tidak menonjol.
  • Warna dan Bahan: Umumnya menggunakan warna cerah (kuning, putih) untuk melambangkan keceriaan dan kesucian. Bahan brokat atau katun sering digunakan agar nyaman dan tidak gerah.
  • Kamen (Kain Bawahan): Kamen harus melilit dari arah kanan ke kiri. Panjangnya sejajar hingga mata kaki dan menutupi bagian bawah tubuh dengan sopan.
  • Selendang (Senteng): Selendang diikatkan melingkar di pinggang. Penggunaan selendang sebaiknya di sebelah kiri dengan simpul hidup, melambangkan simbol perilaku dan kesiapan mendidik anak.
  • Tata Rambut: Wanita umumnya menata rambut dengan model pusungan gonjer (untuk remaja/belum menikah) atau pusungan tagel (untuk wanita berkeluarga), yang memberikan kesan anggun dan rapi.
Dengan mematuhi pakem tersebut, penampilan ke pura tetap terlihat modis namun menghormati kesucian pura dan adat budaya Bali. Terpenting tidak ada penampilan glamour atau tak senonoh selama melaksanakan persembahyangan ke Pura. Disamping tetap menjaga warisan leluhur yang telah diajarkan.

Rekomendasi Berita