Festival Budaya Rare Bali School Libatkan Anak dan Orang Tua Lestarikan Tradisi
- 11 Mar 2026 21:00 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Rare Bali School akan menggelar Festival Budaya selama tiga hari pada 13–15 Maret sebagai upaya mengenalkan serta melestarikan budaya Bali kepada anak-anak sejak usia dini.
Kepala Sekolah Rare Bali School, Ni Komang Anggrayeni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan karakter berbasis budaya yang telah diterapkan di sekolahnya sejak tahun 2018.
Festival budaya tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, orang tua, serta sekolah lain di Kabupaten Buleleng.
“Festival ini kami adakan selama tiga hari. Pada hari pertama akan ada pawai ogoh-ogoh yang diikuti anak-anak bersama orang tua,” ujarnya.
Selanjutnya pada hari kedua, kegiatan akan dilanjutkan dengan berbagai lomba dan pertunjukan seni di Taman Bung Karno. Beberapa perlombaan yang digelar antara lain lomba menggending atau menyanyikan lagu Bali, lomba Jegog Bagus Rare, serta lomba Baleganjur.
Anggrayeni mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menampilkan seni budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai budaya Bali secara langsung.
Menurutnya, pelibatan orang tua dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter anak.
“Kami ingin orang tua juga terlibat. Jadi tidak hanya anak-anak yang belajar budaya Bali di sekolah, tetapi juga ada dukungan dari keluarga,” ujarnya.
Festival budaya ini sebelumnya hanya melibatkan siswa dan orang tua di lingkungan sekolah. Namun sejak tahun 2024, kegiatan tersebut mulai diperluas dengan mengundang partisipasi sekolah lain.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap semakin banyak anak yang tertarik mempelajari budaya Bali serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.
Anggrayeni juga berharap program serupa dapat dikembangkan oleh lebih banyak lembaga pendidikan agar pelestarian budaya Bali dapat terus berlanjut di tengah perkembangan zaman.
“Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya ada di sekolah kami, tetapi juga bisa dilakukan di sekolah lain agar budaya Bali tetap lestari,” ucapnya.