Peran Sekolah Dasar Diperkuat, Fondasi Karakter dan Literasi Jadi Prioritas
- 26 Feb 2026 22:01 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Peran sekolah dasar sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan budaya literasi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Buleleng. Hal ini menyusul masih ditemukannya sejumlah siswa yang telah duduk di jenjang SMP namun belum mampu membaca dengan baik, yang sempat menjadi perhatian Kementerian Pendidikan.
Kepala SD Negeri 3 Banjar Jawa, I Putu Susila darma, mengatakan bahwa sekolah dasar memegang peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Menurutnya, pendidikan pada jenjang TK dan SD merupakan tahap awal pembentukan piramida pendidikan. Di tahap ini, fokus utama bukan semata-mata akademik, melainkan pengembangan karakter, kemandirian, kejujuran, serta soft skill anak.
“Di kelas awal memang fokusnya pada calistung (membaca, menulis, berhitung). Namun lebih dari itu, yang terpenting adalah pembentukan karakter sebagai dasar anak dalam melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya saat diwawancarai.
Untuk memperkuat literasi dan numerasi, SD Negeri 3 Banjar Jawa menambah jam belajar khusus di luar jam intrakurikuler. Program tersebut dikemas secara inovatif melalui metode bermain, bernyanyi, dan pembelajaran kreatif agar tidak membebani siswa.
Selain itu, sekolah juga menyediakan pojok baca di setiap kelas serta menjalankan program “Pagi Ceria”, yaitu kegiatan refleksi dan cerita yang mendorong kebiasaan membaca sejak dini.
Dalam kegiatan kurikuler, sekolah turut menjalankan program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta program Pokjar (Kelompok Pelajar) yang menanamkan nilai karakter sekaligus literasi dalam berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah.
Susila darma menilai kesiapan sekolah dasar di Buleleng secara umum sudah mengarah ke penguatan literasi, meskipun masih terdapat tantangan pada pemerataan akses pendidikan.
“Setiap sekolah memiliki kondisi berbeda, tetapi yang terpenting adalah bagaimana satuan pendidikan mampu berinovasi sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki,” ucapnya.