Inovasi SD Negeri 3 Banjar Jawa: 25 Ekstrakurikuler dan Program Pokjar Jadi Penguat

  • 28 Feb 2026 14:20 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – SD Negeri 3 Banjar Jawa di Kabupaten Buleleng menunjukkan inovasi pendidikan dengan menghadirkan berbagai program penguatan literasi dan karakter siswa, baik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

Kepala sekolah I Putu Susila darma menjelaskan, sekolah yang pernah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tersebut telah lama mengembangkan budaya mutu pendidikan serta program berbasis karakter.

Salah satu program unggulan adalah pembentukan sembilan Kelompok Pelajar (Pokjar), di antaranya Pokjar Tanaman Obat Sekolah (TOS), Pokjar Sampah Limbah, dan Pokjar Sanitasi Sehat. Program ini tidak hanya menanamkan kepedulian lingkungan, tetapi juga membangun literasi sains, kesehatan, dan sosial pada siswa.

“Melalui Pokjar, anak-anak belajar langsung dari praktik. Mereka belajar menanam, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memahami kesehatan. Ini bagian dari literasi yang luas, tidak hanya membaca dan menulis,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga mengembangkan 25 kegiatan ekstrakurikuler yang beragam, mulai dari jurnalistik, sastra, menggambar, dokter kecil, hingga kegiatan berbasis budaya Bali seperti Dharma Gita dan Petani Cilik.

Kegiatan jurnalistik menjadi salah satu inovasi yang menarik, di mana siswa dilatih menulis dan mengolah informasi dengan bimbingan praktisi media yang diundang langsung ke sekolah.

Menurut Susila darma, keberagaman ekstrakurikuler tersebut menjadi wadah untuk menyeimbangkan perkembangan akademik dan non-akademik siswa.

“Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengembangkan bakat, minat, serta karakter melalui kegiatan di luar kelas. Ini penting agar perkembangan otak kiri dan kanan berjalan seimbang,” ujarnya.

Dengan berbagai program tersebut, SD Negeri 3 Banjar Jawa diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Buleleng dalam mengembangkan model pendidikan yang berimbang antara literasi, karakter, dan budaya lokal.

Rekomendasi Berita