Penggunaan Gadget Berlebih Picu Risiko Speech Delay pada Anak

  • 12 Mar 2026 22:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penggunaan gadget pada anak usia dini perlu mendapat perhatian serius dari orang tua. Secara medis, penggunaan gadget yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko keterlambatan bicara atau Speech Delay. Kondisi ini terjadi karena interaksi anak dengan layar bersifat satu arah, sehingga anak hanya menjadi penerima pasif yang melihat dan mendengar tanpa terdorong untuk merespons atau melakukan komunikasi dua arah.

Salah satu penyebab utama adalah berkurangnya interaksi sosial. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar dibandingkan berkomunikasi dengan orang tua atau lingkungan sekitar. Padahal, interaksi langsung melalui percakapan, bermain, dan respons timbal balik sangat penting dalam melatih kemampuan bahasa anak sejak usia dini.

Selain itu, konten pada gadget umumnya tidak menuntut anak untuk mengolah kata atau merespons secara aktif. Paparan yang terlalu sering, terutama pada usia emas perkembangan anak di bawah lima tahun, dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan bahasa. Karena itu, sejumlah lembaga kesehatan memberikan panduan pembatasan waktu penggunaan layar pada anak.

Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dan American Academy of Pediatrics, anak di bawah usia dua tahun sangat tidak disarankan menggunakan gadget, kecuali untuk video call singkat dengan pendampingan orang tua. Sementara itu, anak usia dua hingga lima tahun disarankan menggunakan gadget maksimal satu jam per hari dengan konten berkualitas dan tetap didampingi orang tua agar terjadi interaksi dan diskusi.

Orang tua juga perlu mewaspadai sejumlah tanda awal keterlambatan bicara pada anak, seperti anak usia 18–24 bulan belum mampu mengucapkan kata sederhana, memiliki kosakata yang sangat terbatas, atau lebih fokus pada layar dibandingkan merespons saat namanya dipanggil. Jika tanda-tanda tersebut muncul, orang tua dianjurkan untuk segera membatasi penggunaan gadget, meningkatkan stimulasi komunikasi seperti mengajak anak berbicara, bernyanyi, atau membacakan cerita, serta berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara apabila keterlambatan terus berlanjut.

Rekomendasi Berita