Sampah Jadi Ancaman Citra Pariwisata Bali

  • 06 Feb 2026 10:42 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Isu sampah kembali mengemuka dan dikaitkan dengan citra pariwisata Bali. Setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi kebersihan destinasi. Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa, menyebut kebersihan merupakan unsur utama dalam Sapta Pesona sehingga tidak bisa diabaikan oleh seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat.

PHRI Buleleng secara rutin menggelar aksi bersih destinasi setiap musim hujan dan angin barat, khususnya di kawasan pesisir seperti Pemuteran, Lovina, dan Tejakula. Hotel dan restoran diminta membersihkan area pantai di sekitar usahanya serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pengangkutan sampah kiriman.

“Sampah ini menjadi momok, bukan hanya bagi pariwisata tapi juga kesehatan. Dalam Sapta Pesona, kebersihan itu utama. Kalau destinasi kotor, itu sama saja bunuh diri bagi pariwisata” ujarnya. 

Menurut Suardipa, kegiatan tersebut sudah berjalan setiap tahun dan bukan sekadar respons situasional. Ia menilai persoalan sampah harus ditangani dari sumbernya melalui pemilahan, penyediaan sarana, serta peningkatan disiplin masyarakat.

Sementara itu, Bidang Lingkungan PHRI Buleleng Ngurah Yuliarta menambahkan, program kebersihan juga dibarengi edukasi kepada anggota dan pelaku wisata agar pengelolaan sampah lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami sudah programkan tiap tahun, terutama saat musim penghujan dan angin barat, anggota kami turun langsung bersih-bersih destinasi” ucapnya.

PHRI mendorong penguatan edukasi sejak dini, penataan kawasan wisata, serta kolaborasi lintas sektor agar persoalan sampah tidak menjadi ancaman bagi keberlanjutan pariwisata Bali.

Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita