Ragam Bahan dan Teknik Pembuatan Lampion
- 15 Feb 2026 16:37 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Lampion telah lama menjadi simbol cahaya dan pengharapan dalam berbagai perayaan budaya di seluruh dunia. Keindahan pendar cahayanya tidak hanya terletak pada lampu yang menyala di dalamnya, tetapi juga pada kreativitas pemilihan bahan utamanya. Secara umum, pembuatan lampion sangat bergantung pada jenis yang diinginkan, mulai dari penggunaan kertas tisu, kertas krep, hingga material kain seperti peles atau poly. Keragaman bahan ini memungkinkan lampion tampil dalam berbagai tekstur dan tingkat transparansi yang memengaruhi kualitas cahaya yang dihasilkan.
Dalam pembuatan lampion tradisional, bambu dan kawat menjadi komponen pendukung yang sangat krusial sebagai rangka utama. Rangka inilah yang menentukan bentuk lampion, apakah akan berbentuk bulat montok, kotak, atau silinder. Setelah rangka terbentuk, pengrajin biasanya menggunakan lem kayu atau lem fox untuk merekatkan lapisan luar, baik itu kertas warna-warni maupun kain. Penggunaan lilin di masa lalu kini mulai digantikan oleh lampu LED dan instalasi kabel yang lebih aman, namun tetap mempertahankan estetika klasik yang hangat.
Seiring berkembangnya tren kerajinan tangan, muncul variasi lampion benang yang sangat populer sebagai dekorasi interior. Teknik pembuatannya terbilang unik karena menggunakan balon sebagai cetakan sementara. Benang yang telah dibasahi dengan lem kayu dililitkan secara acak namun rapat menutupi permukaan balon. Setelah lem mengering dan benang mengeras, balon dipecahkan, meninggalkan struktur benang berbentuk bola yang kokoh. Sentuhan akhir berupa hiasan kain flanel dan lampu LED di dalamnya menciptakan efek bayangan artistik saat dinyalakan di ruang gelap.
Inovasi dalam pembuatan lampion juga menyentuh aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah rumah tangga, seperti botol plastik bekas. Lampion jenis ini mengandalkan botol sebagai struktur utama yang kemudian dihias dengan cat akrilik atau cat semprot agar tampilan plastiknya tersamarkan. Kombinasi botol bekas dengan kertas warna dan tali gantungan membuktikan bahwa barang yang dianggap sampah dapat berubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Lampion botol bekas ini sering menjadi proyek edukasi lingkungan yang menarik bagi anak-anak karena bahannya yang mudah ditemukan dan aman untuk dikerjakan.
Pada akhirnya, pemilihan material lampion mencerminkan tujuan dari penggunaannya, baik untuk kebutuhan ritual, dekorasi pesta, maupun fungsi fungsional sebagai lampu tidur. Dari lampion kain yang menggunakan rangka besi kokoh hingga lampion kertas yang ringan dan ringkas, setiap helai bahan yang digunakan memiliki peran penting dalam menyebarkan cahaya. Kreativitas dalam memadukan bahan alami seperti bambu dengan bahan modern seperti plastik dan LED memastikan bahwa tradisi pembuatan lampion akan terus berevolusi tanpa kehilangan maknanya sebagai penerang dalam kegelapan.
Sumber:
https://www.liputan6.com/feeds/read/5951740/cara-membuat-lampion-dari-botol-bekas-panduan-lengkap-kreasi-dekorasi-unik
https://id.wikipedia.org/wiki/Lampion#:~:text=Lampion%20atau%20tanglung%20adalah%20sejenis%20lentera%20yang,kertas%20tebal%20atau%20sutera%20bewarna%20(biasanya%20merah).