Mengenal Beragam Jenis Petir
- 25 Feb 2026 18:56 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Pernahkah kamu mengamati langit yang tiba-tiba menggelap menjelang hujan, lalu disusul kilatan cahaya terang disertai suara menggelegar? Itulah petir, salah satu gejala alam yang menakjubkan sekaligus menakutkan. Petir ditandai dengan kilatan cahaya sesaat yang diiringi suara guruh besar, membuat langit tampak terang sekejap sebelum kembali gelap.
Kilatan cahaya pada petir muncul akibat adanya energi listrik yang sangat besar yang berasal dari awan. Energi ini terbentuk karena perbedaan muatan listrik antara awan yang satu dengan awan lainnya, atau antara awan dengan tanah di permukaan bumi. Perbedaan muatan inilah yang memicu terjadinya sambaran petir ke titik-titik tertentu.
Meski proses pelepasan listrik petir berlangsung sangat cepat, suhu yang dihasilkan bisa mencapai sekitar 30.000 derajat Celsius. Suhu yang sangat panas ini menyebabkan udara di sekitarnya memuai secara tiba-tiba dan menimbulkan suara keras seperti ledakan, yang dikenal dengan sebutan guruh.
Menariknya, petir ternyata memiliki berbagai jenis. Dikutip dari buku Kidzopedia Edisi Peristiwa Alam, berikut ada beberapa jenis petir yang terjadi di alam.
Petir awan ke tanah (cloud to ground)
Petir ini terjadi ketika muatan negatif pada awan berikatan dengan muatan positif dari tanah, sehingga sambarannya langsung menuju permukaan bumi.
Petir di dalam awan (intracloud)
Petir ini terjadi di dalam awan akibat pertemuan muatan listrik yang berbeda. Biasanya, petir jenis ini dapat terlihat dari kejauhan meski di tempat kita tidak sedang turun hujan.
Petir dari awan ke awan (cloud to cloud)
Petir ini muncul karena perbedaan muatan yang sangat besar antara dua awan yang berbeda. Sekilas, petir ini kerap terlihat mirip dengan petir intracloud.
Petir kering (dry lightning)
Petir yang terjadi tanpa hujan. Meski tidak disertai hujan, petir ini tetap berbahaya karena dapat memicu kebakaran hutan, terutama jika menyambar pohon atau area yang kering dan mudah terbakar.
Petir vulkanik (volcanic lightning)
Petir ini terjadi saat letusan gunung berapi. Tabrakan antara serpihan batu, partikel abu, dan partikel es menimbulkan muatan listrik hingga akhirnya memicu petir di sekitar letusan.
Red sprites
Petir ini hanya bisa diamati pada malam hari atau saat langit sangat gelap. Bentuknya unik menyerupai ubur-ubur atau wortel berwarna merah. Red spites terjadi di atas lapisan troposfer, sekitar 80–100 kilometer di atas permukaan laut, dan berwarna merah karena menghantarkan listrik positif.
Space lightning atau yang dikenal juga sebagai blue jet
Petir ini dapat diamati melalui satelit luar angkasa dan sulit terlihat dari permukaan bumi karena tertutup awan tebal.
Beragamnya jenis petir menunjukkan betapa luar biasanya kekuatan alam. Dengan mengenal fenomena ini lebih dekat, kita tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga dapat lebih waspada saat cuaca ekstrem terjadi.