Panduan Anak Mengenal Etika saat Berkunjung ke Rumah Saudara
- 10 Mar 2026 11:03 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Hari Raya Lebaran bukan sekadar menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, namun juga waktu untuk mengajarkan etika dan sopan santu. Hal ini karena anak-anak masih dalam tahap mengenal dan belajar tentang norma sosial. Berkunjung ke rumah saudara bisa menjadi pengalaman penting untuk membentuk kebiasaan sejak dini. Adapun beberapa panduan untuk mengenalkan etika kepada anak saat berkunjung ke rumah saudara.
- Mengucapkan salam dengan sopan
Hal yang paling dasar yang harus diajarkan kepada anak adalah mengucapkan saat ke setia anggota keluarga saat memasuki rumah. Contohnya mengucapkan “Assalamu’alaikum” kepada yang lebih tua, menjawab salam dengan penuh hormat, dan memberikan senyum hangat saat bertemu.
- Menjaga sikap dan bahasa tubuh
Penting untuk mengajarkan anak untuk bersikap sopan tidak hanya dengan kata-kata tapi dengan bahasa tubuh. Hal yang perlu dilakukan anak-anak saat berkunjung adalah tidak berlari-lari atau berteriak di dalam rumah, duduk dengan tenang saat berbincang, dan menghindari menyentuh barang orang lain tanpa izin Bahasa tubuh yang sopan akan membuat anak lebih diterima oleh semua anggota keluarga.
- Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua
Lebaran menjadi momen yang sakral untuk menanamkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Anak bisa diajarkan memberi salam dan cium tangan (jika sesuai budaya keluarga), mendengarkan ketika diajak berbicara, dan mengucapkan “mohon maaf lahir batin” dengan tulus
- Tidak Meminta THR
Saat momen lebaran biasanya anak-anak akan mendapatkan amplop berisi uang yang sering disebut THR. Penting untuk mengajarkan anak agar memiliki prinsip memberi daripada menerima. Jangan ajarkan anak untuk mengemis THR. Namun jika mendapatkan THR penting untuk mengajarkan anak agar mengucapkan terimakasih dan tidak membuka amplop THR di depan orang yang memberi.
- Memberikan pujian dan penguatan positif
Setelah anak berhasil mengikuti etika selama kunjungan beri pujian atas perilaku baiknya. Ceritakan mengapa sikap tersebut penting. Dorong mereka untuk tetap berperilaku sopan di kunjungan berikutnya. Penguatan positif membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus bersikap baik.