Filosofi Ketupat saat Idul Fitri

  • 12 Mar 2026 07:00 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong- Lebaran tidak lengkap bila tidak ada ketupat. Makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus anyaman daun kelapa itu bukan hanya sekadar makanan yang selalu hadir di momen Idul Fitri, namun mengandung makna filosofis yang mendalam dalam budaya masyarakat. Kehadiran ketupat di meja makan saat Lebaran menjadi simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan permohonan maaf antar sesama.

Menilik kembali sejarah sejarahnya, ketupat sering dikaitkan dengan tokoh penyebar Islam di Jawa, yaitu Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu anggota Wali Songo. Dalam proses dakwahnya di abad ke-15, Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan budaya agar ajaran Islam lebih mudah diterima masyarakat.

Salah satu tradisi yang diperkenalkan oleh kalijaga adalah perayaan Lebaran Ketupat. Ketupat dijadikan simbol ajaran tentang pengakuan kesalahan dan saling memaafkan. Sejak saat itu, ketupat mulai dikenal luas sebagai makanan khas Lebaran di berbagai daerah di Indonesia.

Adapun makna filosofis ketupat memiliki berbagai makna simbolis yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan. Yang pertama, anyaman yang digunakan sebagai kulit luarnya memiliki simbol kesalahan manusia. Bentuk anyaman daun kelapa yang rumit melambangkan berbagai kesalahan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kerumitan anyaman tersebut menggambarkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan terhadap sesama.

Yang kedua, isi putih di dalam ketupat memiliki lambang kesucian. Setelah ketupat dibelah, terlihat nasi putih di dalamnya. Warna putih ini melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah saling memaafkan pada hari raya.

Kemudian, bentuk segi empat pada ketupat sebagai simbol keseimbangan. Bentuk ketupat yang menyerupai segi empat dianggap melambangkan keseimbangan hidup antara hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia.

Terkhir, dalam budaya Jawa, kata “ketupat” sering dihubungkan dengan istilah ngaku lepat, yang berarti mengakui kesalahan. Makna ini sejalan dengan tradisi saling memaafkan saat Idul Fitri.

Selain memiliki makna simbolis, disisi lain ketupat juga adalah hidangan lebaran yang sangat penting. Ketupat biasanya akan disajikan dengan berbagai makanan khas lebaran lainya seperti opor ayam, rendang, dan juga sambal goreng ati.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita