RAM Murah Buatan Tiongkok Penantang Baru Pasar Global
- 09 Feb 2026 07:47 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pasar memori komputer global mulai muncul pemain baru yang menarik perhatian. ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen chip memori asal Tiongkok, kini semakin sering dibicarakan berkat produk RAM berharga terjangkau yang dinilai mampu menjadi alternatif merek-merek besar.
CXMT dikenal sebagai perusahaan yang fokus mengembangkan chip DRAM, khususnya DDR4, dengan target utama menekan ketergantungan Tiongkok terhadap impor semikonduktor. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika chip buatan CXMT mulai digunakan oleh berbagai merek RAM pihak ketiga dan beredar di pasar internasional, termasuk Asia Tenggara.

“Kentang Tech” Salah satu pengamat perakit pc kere hore melalu kanal yotube mengatakan “Salah satu keunggulan utama RAM berbasis chip CXMT adalah harga yang lebih kompetitif. Di beberapa pasar, modul RAM berkapasitas besar yang menggunakan chip CXMT dapat dijual dengan selisih harga cukup jauh dibandingkan RAM dari produsen global lama seperti Samsung, SK Hynix, atau Micron”.
Kondisi ini membuat RAM CXMT mulai dilirik oleh:
- Pengguna PC rakitan (DIY)
- Pemilik warnet dan kantor
- Pengguna laptop yang ingin upgrade RAM dengan budget terbatas
Meski CXMT jarang menjual produk langsung ke konsumen, chip mereka banyak digunakan oleh merek RAM non-premium yang beredar di marketplace.
Fokus DDR4, Stabil untuk Kebutuhan Harian
Saat ini, CXMT masih berfokus pada produksi DDR4, yang masih sangat relevan untuk mayoritas komputer dan laptop di pasaran. Untuk penggunaan sehari.
RAM berbasis chip CXMT dinilai sudah mencukupi dari sisi performa dan stabilitas.
Namun, CXMT belum agresif masuk ke segmen DDR5 kelas atas, sehingga untuk pengguna enthusiast dan overclocking ekstrem, RAM premium tetap menjadi pilihan utama.
Meski menawarkan harga menarik, RAM dengan chip CXMT masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kepercayaan konsumen terhadap kualitas jangka panjang serta dukungan garansi, terutama di luar pasar domestik Tiongkok.
Di Indonesia sendiri, RAM berbasis chip CXMT biasanya tidak dijual dengan label CXMT secara langsung, melainkan tersembunyi di balik merek lain. Hal ini membuat konsumen perlu lebih teliti membaca spesifikasi produk sebelum membeli.
Kehadiran CXMT dinilai dapat menjadi penekan harga pasar RAM global, terutama di segmen menengah ke bawah. Jika pengembangan teknologi mereka terus berlanjut dan kualitas tetap terjaga, CXMT berpeluang menjadi pemain penting yang memaksa produsen lama menyesuaikan strategi harga.
Bagi konsumen, persaingan ini tentu membawa dampak positif: lebih banyak pilihan RAM murah dengan performa layak.