Cara Mencegah agar Balita Tidak Diciumi Tamu saat Lebaran
- 16 Mar 2026 09:44 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Hari raya menjadi momen tempat berkumpul keluarga, teman bahkan kenalan. Tidak terkecuali Hari raya Idulfitri, akan ada banyak orang yang kita temui. Peluk cium bersama keluarga yang di cintai menjadi momen lumrah untuk menyampaikan kerinduan dan kasih sayang.
Hal ini lah yang membuat para orang tua canggung atau bingung untuk menolak ketika keluarga ingin mencium balita. Di kutip ayosehat.com Gianti Amanda, psikolog dan montessori diplomat dari tentang anak, mengakui bahwa kebiasaan mencium atau mencubit bayi sering kali dianggap sebagai bentuk kasih sayang dalam budaya kita . Sayangnya, kebiasaan ini bisa berdampak buruk pada kesehatan si kecil.
Para ahli membagikan beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melindungi balita tanpa harus menyinggung perasaan keluarga:
1. Komunikasi Sejak Awal
Sebelum Lebaran, orang tua bisa memberitahu keluarga tentang batasan ini agar mereka tidak kaget saat bertemu si kecil. Misalnya melalui grup WhatsApp keluarga: "Ayah Bunda mohon pengertiannya ya. Demi kesehatan si kecil, kami berharap saat Lebaran nanti tidak ada yang mencium atau mencubitnya" .
2. Gunakan Proteksi Tambahan
Teknik baby wearing atau menggendong balita dengan kain dapat membuat balita lebih "tertutup" dan sulit disentuh orang lain. Gunakan selimut tipis atau topi untuk menghalangi orang mencium kepala balita .
3. Sampaikan dengan Humor atau Alasan Kesehatan
Kadang, menyampaikan sesuatu dengan humor bisa membuat situasi lebih cair. Misalnya, "Balita Sultan nih, kalau mau gemas cukup dari jauh aja ya, takut nanti kena pajak cubit!" . Jika perlu, sampaikan alasan medis bahwa dokter menyarankan agar balita tidak terlalu banyak kontak fisik untuk menghindari infeksi.
4. Berikan Alternatif Interaksi
Supaya keluarga tetap bisa merasa dekat dengan balita, tawarkan cara lain seperti mengajak balita ngobrol atau bernyanyi dari jarak aman, menggenggam tangan balita dengan tangan yang sudah bersih, atau bermain cilukba dari jauh .
5. Gunakan Masker untuk Balita
Dokter spesialis anak Mesty Ariotedjo menyarankan jika usia anak sudah cukup untuk memakai masker, sebaiknya digunakan. Orang tua bisa berkata dengan lembut, "Maaf ya, anak habis sakit" atau "anak masih gampang sakit karena imunitas balita belum baik, jadi (anak) pakai masker dulu dan belum bisa dicium-cium" .
6. Tidak Memaksakan Diri
Jika kondisi bayi belum memungkinkan untuk dibawa ke tempat ramai, tidak ada salahnya untuk tidak membawa si kecil dalam setiap kunjungan Lebaran .
Fenomena larangan cium balita saat Lebaran bukan berarti mengurangi rasa sayang atau menghormati tradisi, melainkan bentuk kasih sayang yang sesungguhnya dengan melindungi buah hati dari risiko penyakit. Orang tua berhak penuh untuk menetapkan batasan demi kesehatan dan kenyamanan si kecil.
Dengan komunikasi yang jelas, ramah, dan tegas, orang tua tetap bisa menjaga hubungan baik dengan keluarga tanpa mengorbankan kesehatan balita. Seperti pesan IDAI, membuat larangan cium balita saat Lebaran memang terkesan paranoid, tetapi ini penting untuk penjagaan, terutama saat KLB campak masih ada di mana-mana .