Tren "Om, Tante Jangan Cium Aku Dulu Ya", Benarkah Berbahaya Bagi Bayi?
- 16 Mar 2026 09:53 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, SORONG- Momen Lebaran identik dengan silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, para orang tua diminta untuk lebih waspada terhadap kebiasaan mencium bayi yang kerap dilakukan oleh sanak saudara. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan pentingnya membuat larangan cium bayi saat Lebaran demi melindungi kesehatan si kecil.
Di kutip Healthy.com, Ketua Umum IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan bahwa mencium bayi bisa menjadi salah satu faktor risiko penularan berbagai penyakit, terlebih saat ini kasus campak masih meningkat di sejumlah wilayah.
"Apalagi Lebaran itu ketemu banyak orang ya, para orang tua harus menjaga baik-baik bayinya, terutama dari orang yang tidak dikenal," ujar Piprim di Jakarta Timur, Kamis (12/3) lalu .
Meski terlihat lucu dan menggemaskan, mencium bayi tanpa izin dapat membawa risiko kesehatan serius. Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, sehingga sangat rentan tertular kuman, virus, atau bakteri dari orang dewasa .
Berikut beberapa penyakit yang bisa mengintai bayi jika sembarangan dicium saat Lebaran:
1. Herpes Simpleks (HSV-1)
Virus Herpes Simplex Tipe 1 dapat menular melalui ciuman. Jika bayi tertular, gejalanya meliputi luka di bibir, demam, ruam kulit, dan rewel. Infeksi ini sangat berbahaya bagi bayi yang sistem imunnya masih lemah .
2. Campak
Virus campak menular lewat percikan droplet, kontak langsung, atau benda yang terkontaminasi. Virus ini bahkan bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan .
3. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)
ISPA mudah menular melalui udara atau ciuman dari orang yang batuk atau bersin. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, pilek, bahkan kesulitan bernapas yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani .
4. Meningitis
Penyakit ini merupakan peradangan pada selaput otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bayi yang terkena meningitis bisa mengalami demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran .
5. Cacar Air
Virus varisela zoster yang menyebabkan cacar air juga dapat menyebar melalui droplet dari orang yang terinfeksi. Bayi yang tertular bisa mengalami demam, kelelahan, dan ruam kulit yang gatal .
Firman Mantri Puskesmas Sorong Timur, Papua Barat Daya,juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. "Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang atau mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," Ujarnya .