Bunga Asal Amerika Ini Tumbuh Subur di Madura

  • 01 Feb 2026 12:31 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep _ Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa), tanaman hias yang berasal dari kawasan Andes di Amerika Selatan, kini tumbuh subur di berbagai wilayah Madura. Tanaman yang dijuluki Marvel of Peru ini mudah dijumpai di pekarangan rumah, pinggir jalan, hingga lahan kosong karena mampu beradaptasi dengan baik terhadap iklim setempat.

Keunikan utama bunga pukul empat terletak pada variasi warnanya. Dalam satu tanaman yang sama, bunga dapat muncul dengan warna merah, kuning, putih, hingga magenta, bahkan terkadang berpola garis atau bercak. Keindahan visual inilah yang membuatnya kerap disebut sebagai tanaman “ajaib”.

"Melihat bunga itu begitu menyenangkan, apalagi bisa berwarna warni," Cerita Lia, Minggu 1 februari 2026, salah seorang warga Bluto, Sumenep. 

Selain warna, waktu mekarnya juga menjadi ciri khas. Bunga ini mekar pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga malam, mengeluarkan aroma harum, lalu menutup kembali pada pagi hari. Fenomena tersebut membuatnya dikenal pula dengan sebutan Belle de Nuit atau bunga keindahan malam.

Secara historis, Mirabilis jalapa telah lama dibudidayakan oleh suku Aztec untuk keperluan pengobatan tradisional. Tanaman ini kemudian dibawa ke Eropa pada abad ke-16 dan menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Indonesia.

Di Madura, faktor sinar matahari melimpah, suhu hangat, serta jenis tanah yang beragam menjadi pendukung utama pertumbuhan bunga pukul empat. Tanaman ini tergolong tangguh, tidak memerlukan perawatan intensif, dan tetap dapat tumbuh di tanah dengan kandungan nutrisi terbatas.

Perkembangbiakannya pun tergolong mudah. Biji berwarna hitam dan bertekstur keriput dapat ditanam langsung dan umumnya berkecambah dalam waktu 7 hingga 14 hari. Hal ini membuat bunga pukul empat populer sebagai tanaman hias rumahan.

"Saya suka menanamnya. Sebab tidak sulit perawatannya," Katanya menambahkan. 

Selain memperindah lingkungan, bunga pukul empat juga memiliki nilai manfaat tradisional, seperti digunakan sebagai obat herbal dan pewarna alami. Keberadaannya di Madura menjadi bukti kemampuan tanaman asal Amerika untuk beradaptasi dan menyatu dengan lanskap lokal.

Rekomendasi Berita