Mengantuk Bukan Sekadar Kurang Tidur, Ini Penyebab Lainnya

  • 24 Feb 2026 10:29 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Rasa mengantuk sering kali dianggap sebagai tanda kurang tidur semata. Padahal, kondisi ini tidak selalu sesederhana itu. Ada berbagai faktor lain yang dapat memicu kantuk berlebihan di tengah aktivitas.

Salah satu penyebabnya adalah kualitas tidur yang buruk. Seseorang mungkin tidur cukup lama, tetapi tidak mencapai fase tidur yang nyenyak. Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah saat bangun di pagi hari.

Pola makan juga berperan penting terhadap tingkat kewaspadaan. Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat memicu rasa kantuk setelahnya. Lonjakan dan penurunan gula darah membuat energi cepat turun.

Kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk rasa mengantuk. Tubuh yang jarang bergerak cenderung terasa lesu dan kurang bertenaga. Olahraga ringan justru dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan kebugaran.

Faktor psikologis seperti stres dan kejenuhan juga memengaruhi kondisi tubuh. Pikiran yang lelah dapat membuat seseorang sulit fokus dan mudah mengantuk. Kondisi ini sering terjadi pada rutinitas yang monoton.

Paparan layar gawai yang berlebihan turut berkontribusi pada rasa kantuk. Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme alami tubuh. Akibatnya, pola tidur menjadi tidak teratur dan kualitas istirahat menurun.

Selain itu, dehidrasi kerap menjadi penyebab yang jarang disadari. Kurangnya asupan cairan membuat tubuh terasa lemah dan sulit berkonsentrasi. Minum air yang cukup dapat membantu menjaga energi tetap stabil.

Mengantuk berlebihan sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Memahami penyebabnya adalah langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. Dengan pola hidup yang lebih seimbang, tubuh dapat kembali bertenaga dan produktivitas pun terjaga.

Rekomendasi Berita