Ramadhan Waktu untuk Beraksi dan beraktifitas , Bukan Hanya Menunggu buka puasa

  • 27 Feb 2026 22:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Ramadan merupakan bulan suci yang hadir setiap tahun dengan berbagai berkah dan kesempatan untuk pertumbuhan spiritual. Namun, tidak sedikit umat Islam yang menjalaninya secara pasif, sebatas menunaikan ibadah wajib seperti berpuasa dari fajar hingga terbenam matahari tanpa mengoptimalkan potensi bulan penuh kemuliaan ini.

Sikap pasif kerap membuat seseorang hanya “menunggu” akhir bulan tiba tanpa merasakan dampak mendalam bagi kehidupan pribadi maupun lingkungan sekitar. Padahal, esensi Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan momentum untuk lebih aktif memperbaiki diri, membantu sesama, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Ketua Komunitas SND (Saudara Nurul Huda) menyampaikan hal tersebut dalam siaran Pro 2. Ia menegaskan, aktivitas selama Ramadan dapat dimulai dengan meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan puasa wajib, umat Islam dianjurkan mengikuti kajian rutin, membaca dan memahami makna Al-Qur’an secara lebih mendalam, serta menambah ibadah sunah seperti salat tarawih, tadarus, dan bersedekah.

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya bersandar pada kebiasaan lama yang terasa biasa. Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemahaman ajaran agama, berdiskusi mengenai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta berbagi pengetahuan kepada orang lain. Dengan aktif beribadah, seseorang tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang lebih mendalam.

Selain ibadah personal, Ramadan juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Berbagai kegiatan dapat dilakukan, seperti menginisiasi atau berpartisipasi dalam program berbagi makanan sahur dan berbuka puasa bagi masyarakat kurang mampu, membantu membersihkan masjid, serta memberikan dukungan kepada anak yatim dan kaum duafa.

Sikap aktif tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga menumbuhkan empati dan mempererat kebersamaan dalam komunitas. Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah yang bersifat individual, melainkan juga menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitar. (zal)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita