Jaga Kebersihan Mulut Anda saat Puasa dengan Cara Ini!

  • 26 Feb 2026 21:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjaga kebersihan mulut selama menjalankan ibadah puasa menjadi hal penting agar tetap nyaman beraktivitas dan terhindar dari bau mulut.

Dewan Penasehat Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Sumenep sekaligus dokter gigi spesialis periodonsia di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, drg Yenniy Ismullah, Sp. Perio mengatakan bau mulut saat puasa sering terjadi akibat berkurangnya produksi air liur.

“Bau mulut saat puasa biasanya muncul karena mulut menjadi kering sehingga bakteri lebih mudah berkembang,” katanya kepada RRI, Kamis, 26 Februari 2026.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Menjaga kebersihan gigi dan mulut menjadi langkah utama untuk mencegah bau mulut selama berpuasa. Menyikat gigi dianjurkan dua kali sehari, yakni setelah sahur dan setelah berbuka puasa, menggunakan sikat berbulu halus dan pasta gigi berfluoride.

Selain menyikat gigi, lidah juga perlu dibersihkan menggunakan alat pembersih lidah. Sisa makanan yang masih terselip di sela-sela gigi sebaiknya dibersihkan dengan benang gigi. Masyarakat juga dianjurkan berkumur menggunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol agar tidak menyebabkan mulut kering.

“Membersihkan gigi setelah sahur sangat penting untuk menghilangkan sisa makanan yang bisa menjadi sumber bau mulut,” ujarnya.

Cukupi Asupan Cairan Selama Puasa

Kebutuhan cairan tubuh tetap harus dipenuhi meskipun sedang berpuasa. Minum air putih yang cukup dapat meningkatkan produksi air liur sehingga mencegah mulut kering yang menjadi salah satu penyebab bau mulut.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan selama bulan Ramadan, disarankan mengonsumsi dua gelas air saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas pada malam hari sebelum tidur.

Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, serta air yang membantu meningkatkan produksi air liur dan mencegah pertumbuhan kuman di rongga mulut. Selain itu, konsumsi buah dan sayur juga berperan dalam menjaga kesehatan gigi dan jaringan gusi selama berpuasa.

Hindari Makanan Berbau Tajam dan Tinggi Gula

Makanan beraroma menyengat seperti petai, jengkol, dan bawang sebaiknya dihindari saat sahur. Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula juga perlu dibatasi karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut, baik saat sahur maupun berbuka.

Batasi Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok dapat memperparah bau mulut karena tembakau menyebabkan rongga mulut menjadi kering dan meningkatkan risiko radang gusi. Selain itu, rokok juga dapat menurunkan produksi air liur sehingga mulut lebih mudah berbau tidak sedap.

Waktu Terbaik Menyikat Gigi Saat Puasa

Menyikat gigi saat puasa tetap diperbolehkan selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan. Waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah setelah sahur untuk membersihkan sisa makanan dan sebelum tidur guna mencegah pertumbuhan bakteri selama malam hari.

“Menyikat gigi tidak membatalkan puasa selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak menelan air atau pasta gigi,” ujar dokter gigi Yenny menegaskan.

Hindari Kebiasaan Pemicu Sariawan

Untuk mencegah sariawan dan memperparah bau mulut, masyarakat dianjurkan menghindari makanan terlalu pedas, asam, dan keras. Pola makan yang sehat serta kebersihan mulut yang terjaga dapat membantu mengurangi risiko gangguan pada gigi dan mulut selama puasa.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa tidak hanya berdampak pada kenyamanan berbicara dan beraktivitas, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara umum.

Rekomendasi Berita