Dokter Gigi Tekankan Peran Edukasi Kesehatan Mulut Selama Ramadan

  • 26 Feb 2026 22:17 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep Dokter gigi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menjaga kesehatan gigi dan mulut selama bulan Ramadan. Hal ini disampaikan Dewan Penasehat Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Sumenep sekaligus dokter gigi spesialis periodonsi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, drg. Yenniy Ismullah, Sp. Perio.

Menurutnya, perubahan pola makan dan berkurangnya produksi air liur saat puasa berisiko meningkatkan masalah gigi dan gusi jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat. “Dokter gigi tidak hanya berperan dalam perawatan, tetapi juga edukasi agar masyarakat tetap bisa beribadah dengan nyaman tanpa terganggu masalah gigi dan mulut,” ujarnya kepada RRI, Kamis, 26 Februari 2026.

Edukasi Kebersihan Gigi dan Mulut

drg. Yenniy menjelaskan, masyarakat perlu diingatkan untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah sahur dan sebelum tidur malam. Selain itu, pembersihan lidah juga penting karena sisa makanan di permukaan lidah menjadi salah satu penyebab utama bau mulut saat puasa.

“Penggunaan benang gigi juga dianjurkan untuk membersihkan sela gigi, serta obat kumur non-alkohol agar mulut tetap segar tanpa memperparah kondisi mulut kering,” jelasnya.

Edukasi Pola Makan dan Nutrisi

Ia menambahkan, asupan cairan yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur sangat penting untuk menjaga kelembapan mulut. Masyarakat juga diimbau membatasi konsumsi makanan manis, lengket, dan asam karena berisiko memicu gigi berlubang serta radang gusi.

“Perbanyak buah dan sayur berserat karena bisa membantu merangsang produksi air liur dan membersihkan gigi secara alami,” katanya.

Peran Klinis dan Keamanan Perawatan

Dokter gigi juga berperan menyosialisasikan bahwa perawatan gigi seperti scaling, tambal, hingga cabut gigi tidak membatalkan puasa selama tidak ada cairan atau bahan yang sengaja ditelan.

Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin minimal enam bulan sekali, terutama bila muncul keluhan gusi berdarah atau nyeri gigi.

Antisipasi Masalah Selama Puasa

Terkait keluhan bau mulut, drg. Yenniy menyebut hal tersebut umumnya disebabkan mulut kering akibat menurunnya aktivitas kelenjar air liur. “Solusinya dengan menjaga kebersihan gigi, lidah, dan cukup minum saat sahur serta berbuka,” ujarnya.

Untuk penanganan darurat sakit gigi saat puasa, masyarakat dapat berkumur air garam atau melakukan kompres dingin sebelum memutuskan ke klinik.

Pemeriksaan Sebelum Ramadan

Ia menyarankan pemeriksaan gigi dilakukan satu hingga dua minggu sebelum Ramadan. Tindakan yang dianjurkan antara lain pembersihan karang gigi (scaling), penambalan gigi berlubang, serta evaluasi tambalan atau gigi palsu agar tidak menimbulkan keluhan saat berpuasa.

Harapan kepada Masyarakat

drg. Yenniy berharap masyarakat tetap disiplin menjaga kesehatan gigi dan mulut selama Ramadan agar ibadah berlangsung nyaman. “Kami berharap masyarakat tidak ragu memeriksakan gigi, baik sebelum maupun saat puasa,” katanya. “Menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur, menjaga hidrasi, mengurangi makanan manis dan lengket, serta membersihkan lidah adalah kebiasaan sederhana tapi sangat penting.”

Ia menambahkan, dengan perawatan yang baik, risiko bau mulut, mulut kering dan gangguan gusi selama Ramadan dapat diminimalkan. Tujuannya tentu agar kualitas ibadah tetap terjaga.

Rekomendasi Berita