Misteri Kanker di Usia Muda, Ilmuwan Cari Penyebabnya
- 13 Mar 2026 10:11 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Fenomena diagnosis kanker saat usia belum 50 tahun kini semakin sering terjadi. Para peneliti mulai mencari penyebab kenaikan kanker pada usia muda di berbagai negara.
Dulu kanker kolorektal pada usia di bawah 50 tahun dianggap jarang. Kini tren itu berubah drastis. Bahkan kanker jenis ini semakin sering ditemukan pada orang yang lebih muda, demikian dilansir dari laman National Cancer Institute.
Lonjakan tidak hanya terjadi pada kanker usus. Penelitian menunjukkan lebih dari sepuluh jenis kanker meningkat pada kelompok usia muda. Contohnya kanker payudara, rahim, dan ginjal.
Studi besar juga menemukan 14 jenis kanker meningkat pada kelompok usia di bawah 50 tahun. Data tersebut berasal dari analisis tren antara 2010 hingga 2019. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi para ilmuwan.
Lalu apa penyebabnya? Para peneliti belum menemukan jawaban tunggal. Beberapa faktor yang diduga berperan adalah obesitas, konsumsi alkohol tinggi, dan perubahan gaya hidup modern.
Faktor lingkungan juga ikut dicurigai. Misalnya paparan mikroplastik dan perubahan komposisi bakteri dalam tubuh manusia. Gangguan pada mikrobioma ini diduga memicu proses kanker lebih awal.
Genetik memang berperan, tetapi bukan satu-satunya penjelasan. Namun para ahli menilai genetika saja tidak cukup menjelaskan lonjakan kasus.
Ilmuwan juga mempertimbangkan teori “efek generasi kelahiran”. Artinya, orang yang lahir pada periode tertentu mungkin terpapar faktor risiko yang berbeda sejak kecil. Paparan itu dapat mempercepat munculnya kanker.
Masalah lain muncul ketika gejala diabaikan. Banyak orang muda menganggap keluhan kesehatan akan hilang sendiri. Akibatnya diagnosis kanker sering terlambat ditemukan.
Karena itu para dokter kini mulai mengubah pendekatan. Usia muda tidak lagi otomatis dianggap aman dari kanker. Gejala mencurigakan tetap harus diperiksa secara serius.
Para peneliti masih memburu jawaban dari interaksi genetika, lingkungan, dan gaya hidup. Hingga saat itu ditemukan, kewaspadaan menjadi senjata terbaik. Terutama bagi generasi muda yang sering merasa terlalu sehat untuk sakit.