Menjaga Kesehatan di Masa Transisi: Puasa ke Lebaran

  • 13 Mar 2026 11:39 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Masa transisi dari ibadah puasa pada bulan Ramadan menuju perayaan Idul Fitri perlu disikapi dengan bijak agar kesehatan tetap terjaga. Perubahan pola makan yang terjadi secara tiba-tiba berpotensi memicu gangguan kesehatan jika tidak diatur dengan baik.

Dokter Umum RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Ridho Hardiansyah, mengingatkan bahwa selama Ramadan tubuh terbiasa dengan pola makan dua kali sehari, yaitu saat sahur dan berbuka. Ketika memasuki masa Lebaran, pola makan sering berubah drastis karena banyaknya hidangan khas yang disajikan. “Sebaiknya masyarakat tidak langsung makan dalam porsi besar. Pola makan yang terlalu berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan,” katanya mengingatkan saat di program Indonesia Sehat RRI, Jumat 13 Maret 2026.

Menurut Dokter Ridho, sejumlah penyakit yang kerap muncul saat momen Lebaran antara lain Hipertensi, Diabetes Melitus, serta Asam Urat. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh konsumsi makanan tinggi lemak, gula, serta garam yang berlebihan.

Selain itu, makanan khas Lebaran seperti opor, rendang, maupun aneka kue manis sebaiknya tetap dikonsumsi secara wajar. Pengaturan porsi makan dan keseimbangan nutrisi menjadi kunci agar tubuh tidak mengalami shock setelah masa puasa.

Dokter Ridho juga menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga aktivitas fisik meskipun sedang merayakan hari raya. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, gym atau olahraga ringan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.

Selain mengatur makanan dan aktivitas, masyarakat juga diimbau untuk mencukupi kebutuhan cairan serta menjaga waktu istirahat. Dengan pola hidup sehat, masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tubuh yang tetap bugar dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.

Rekomendasi Berita