Sumur Tua Bertahan di Pantai Slopeng

  • 24 Feb 2026 10:16 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Modernisasi terus menyentuh Pantai Slopeng. Sistem pembayaran tiket kini sudah nontunai, fasilitas kian lengkap, mulai dari tempat istirahat, ayunan, hingga kamar mandi dan toilet yang tertata rapi. Namun di depan musolla kawasan wisata itu, sebuah sumur tua tetap berdiri utuh, menjadi saksi bisu perjalanan panjang pantai tersebut.

Bagian bibir sumur kini dililit pohon waru yang tumbuh rindang, menghadirkan kesan teduh sekaligus sedikit menyeramkan. Meski demikian, keberadaannya justru menyimpan cerita tentang masa ketika Pantai Slopeng belum seramai sekarang.

Salah seorang warga setempat, Atmuni, selasa 24 februari 2026 menuturkan, bahwa sumur itu dahulu menjadi sumber air utama bagi wisatawan. Airnya digunakan untuk berwudu' sebelum menunaikan salat di musolla, juga untuk mandi setelah bermain di bukit pasir dan air laut.

Kini kebutuhan air bersih dipasok dari sumur bor yang dialirkan ke musolla, toilet, hingga lapak para pedagang. “Sekarang kita menggunakan air bor yang disalurkan ke sejumlah fasilitas,” ujarnya.

Sumur ini berada di Samping Musolla Pantai Slopeng dan dililit pohon waru (Foto: RRI/Ros)

Meski tak lagi menjadi sumber utama, sumur tua itu tidak ditutup permanen. Airnya dinilai tetap bagus dan tidak pernah surut, walaupun di sekitarnya berdiri sejumlah sumur bor. Demi keamanan, bagian atasnya ditutup agar tidak membahayakan anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.

Bagi pengelola, sumur tersebut juga berfungsi sebagai sumber alternatif ketika mesin sumur bor mengalami gangguan. Cukup dengan memasang pompa, air jernih dari sumur dangkal itu kembali bisa dimanfaatkan. “Kalau ditutup, sayang, karena sumbernya masih utuh,” kata Atmuni.

Pantai Slopeng sendiri awalnya merupakan kawasan tempat nelayan mencari ikan. Seiring waktu, keindahan hamparan pasir dan bukit pasirnya menarik wisatawan dari berbagai daerah, terutama saat musim liburan. Pada 2002, Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai membenahi kawasan yang berjarak sekitar 21 kilometer arah utara kota itu dengan membangun panggung hiburan, pasanggrahan, gazebo, kantor pengelola, musala, dan fasilitas lainnya menjadikannya destinasi wisata andalan hingga kini.

Rekomendasi Berita