Lontong Cap Go Meh, Sajian Khas Perpaduan Budaya

  • 01 Mar 2026 22:10 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Lontong Cap Go Meh menjadi salah satu sajian khas yang identik dengan perayaan Cap Go Meh di Indonesia. Hidangan ini mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara yang telah berakulturasi sejak lama.

Berbeda dengan menu khas Tiongkok, Lontong Cap Go Meh justru berkembang di Indonesia. Sajian ini terdiri dari lontong, opor ayam, sambal goreng ati, telur pindang, sayur labu siam, hingga taburan koya dan kerupuk, yang disajikan dalam satu piring lengkap.

Menurut sejarahnya, hidangan ini muncul sebagai bentuk adaptasi masyarakat Tionghoa peranakan terhadap bahan dan cita rasa lokal. Opor ayam yang berkuah santan dimaknai sebagai simbol kemakmuran, sementara lontong melambangkan kebersamaan dan persatuan keluarga.

Rina, warga Sungailiat, mengatakan keluarganya selalu menyajikan Lontong Cap Go Meh setiap perayaan hari ke-15 Imlek.

“Sudah jadi tradisi turun-temurun. Rasanya juga khas karena banyak lauknya,” ujarnya dalam acara Begaya di Pro4 RRI Sungailiat, Minggu, 1 Maret 2026.

Sementara itu, Dedi, pegiat kuliner lokal, menilai Lontong Cap Go Meh bukan sekadar makanan, tetapi simbol akulturasi budaya.

“Hidangan ini menunjukkan bagaimana budaya Tionghoa dan Indonesia bisa menyatu dengan harmonis,” katanya.

Hingga kini, Lontong Cap Go Meh tetap menjadi sajian istimewa yang dinanti setiap perayaan, sekaligus memperkaya ragam kuliner khas Nusantara.

Rekomendasi Berita