Rangkaian Perayaan Cap Go Meh

  • 01 Mar 2026 22:19 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Rangkaian perayaan Cap Go Meh menjadi penutup seluruh tradisi Tahun Baru Imlek yang telah berlangsung selama 15 hari. Perayaan ini digelar tepat pada malam kelima belas dan identik dengan berbagai kegiatan budaya serta keagamaan.

Rangkaian biasanya diawali dengan doa bersama di kelenteng sebagai ungkapan syukur dan harapan atas tahun yang baru. Setelah itu, perayaan dilanjutkan dengan pawai budaya yang menampilkan barongsai, liong, serta pertunjukan seni tradisional lainnya.

Selain itu, masyarakat juga menyalakan lampion sebagai simbol cahaya dan keberuntungan. Di beberapa daerah, perayaan semakin semarak dengan atraksi khas dan sajian kuliner tradisional yang dinikmati bersama keluarga.

Yuliana, warga Sungailiat, mengatakan setiap tahun dirinya selalu menantikan momen Cap Go Meh.

“Suasananya meriah, banyak pertunjukan dan kami bisa berkumpul bersama keluarga,” ujarnya dalam acara Begaya di Pro4 RRI Sungailiat, Minggu, 1 Maret 2026.

Sementara itu, Budi, tokoh masyarakat setempat, menilai rangkaian Cap Go Meh tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan.

“Ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga dan menjaga tradisi tetap hidup,” katanya.

Dengan beragam kegiatan yang digelar, rangkaian perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi penutup Imlek, tetapi juga momentum memperkuat harmoni dan keberagaman budaya di tengah masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita