Kesiapsiagaan Teknis Hadapi Gangguan Petir pada Sistem Penyiaran
- 26 Feb 2026 09:29 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Fenomena petir disertai anomali cuaca yang terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026, sempat berpotensi mengganggu proses penyiaran di lingkungan Radio Republik Indonesia. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan gangguan teknis / off air sementara pada peralatan siaran, khususnya saat siaran teresterial.
Namun setelah petir mereda, sistem siaran berhasil kembali normal sehingga Program Dialog Interaktif Suara Nusantara bertema Transparansi dan Kreativitas Penggunaan Dana Desa 2026 siaran tetap dapat ditayangkan secara langsung jam 15.00 tanggal 25 Februari 2026.
Saparuddin Amri selaku katim TMB menjelaskan bahwa pihak teknis segera melakukan langkah antisipatif ketika petir terjadi untuk menjaga keamanan peralatan dan kelancaran siaran.
“Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi kelistrikan , pengamanan jaringan pemancar, serta menonaktifkan sementara perangkat yang berisiko terdampak lonjakan arus,” jelas Saparuddin.
Ia menambahkan, tim teknis juga melakukan pemeriksaan ulang jalur audio dan sistem transmisi sebelum siaran kembali diaktifkan, guna memastikan kualitas siaran tetap terjaga.
Sementara itu, Firdaus selaku teknisi senior menjelaskan bahwa kesiapan sistem pengamanan teknis sangat membantu menjaga peralatan studio tetap dalam kondisi baik meskipun terjadi cuaca ekstrem.
“Peralatan studio tetap aman karena adanya sistem proteksi dan pemeliharaan rutin. Hal ini memungkinkan operasional siaran dapat segera kembali berjalan normal setelah kondisi cuaca membaik,” ujar Firdaus.
Menurutnya, fenomena petir dan anomali cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi dunia penyiaran, sehingga diperlukan kesiapsiagaan teknis, pemantauan kondisi cuaca, serta perawatan peralatan secara berkala agar layanan informasi kepada masyarakat tetap berjalan optimal.