Harta Haram Rusak Pribadi dan Berdampak pada Kehidupan Umat
- 04 Mar 2026 07:15 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Harta yang diperoleh dengan cara tidak halal tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga membawa pengaruh negatif bagi kehidupan sosial umat.
Hal tersebut disampaikan Drs. H. Syaiful Zohri dalam dialog Mutiara Pagi yang disiarkan Pro 1 RRI Sungailiat, Rabu 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa Islam telah mengatur secara tegas tentang sumber dan cara memperoleh harta. Harta yang halal akan membawa keberkahan, sedangkan harta haram justru mengundang kerusakan.
“Dalam Islam, bukan hanya jumlah harta yang penting, tetapi dari mana dan bagaimana harta itu diperoleh. Harta haram bisa mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari keberkahan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dampak harta haram tidak selalu terlihat secara langsung, namun dapat memengaruhi ketenangan batin dan kualitas ibadah seseorang.
“Orang yang terbiasa mengonsumsi atau menggunakan harta haram akan sulit merasakan ketenangan. Bahkan doa-doanya bisa terhalang karena sumber rezekinya tidak bersih,” jelasnya.
Selain dampak pribadi, Ust. Syaiful Zohri juga menyoroti pengaruh harta haram terhadap kehidupan sosial. Menurutnya, praktik seperti korupsi, penipuan, dan riba dapat merusak tatanan masyarakat.
“Jika harta haram dibiarkan, maka akan muncul ketidakadilan dan kesenjangan sosial. Inilah yang merusak sendi-sendi kehidupan umat,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mencari nafkah dan memastikan setiap rupiah yang diperoleh berasal dari jalan yang halal.
“Lebih baik sedikit tapi halal dan berkah, daripada banyak tetapi membawa mudarat,” tegasnya.
Jante pendengar dari Belitung Timur, menyampaikan refleksinya dan berharap harta yang didapatkan di Ridhoi oleh Allah Swt.
“Penjelasan ini menjadi pengingat bagi kami untuk lebih berhati-hati dalam mencari rezeki, apalagi di tengah berbagai godaan ekonomi saat ini,” katanya.