Forgiving Jadi Tradisi Lebaran yang Menguatkan Kesehatan Mental
- 13 Mar 2026 13:13 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Tradisi saling memaafkan atau forgiving saat Hari Raya Idulfitri memiliki makna mendalam, tidak hanya dalam hubungan sosial tetapi juga bagi kesehatan mental.
Dalam program Dear Psikolog Pro 1 RRI Sungailiat, Jumat 13 Maret 2026 Psikolog Klinis, Laila Rachim, menjelaskan bahwa tradisi saling memaafkan pada momen Lebaran merupakan proses penting dalam memperbaiki hubungan antarindividu sekaligus membantu seseorang melepaskan emosi negatif.
“Forgiving atau memaafkan bukan hanya tentang meminta maaf kepada orang lain, tetapi juga tentang melepaskan beban emosi yang selama ini kita simpan,” katanya.
Menurutnya, memaafkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental karena mampu mengurangi rasa marah, sakit hati, maupun stres yang tersimpan dalam diri seseorang.
Ia menambahkan bahwa momen Lebaran sering menjadi kesempatan yang tepat bagi banyak orang untuk kembali menjalin hubungan yang sempat renggang.
“Tradisi saling memaafkan saat Lebaran menjadi ruang refleksi diri sekaligus memperkuat kembali hubungan kekeluargaan dan persahabatan,” katanya.
Selain itu, sikap saling memaafkan juga dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis di tengah masyarakat karena setiap individu belajar untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain.
Salah satu pendengar RRI Sungailiat, Gusti dari Sungailiat, mengaku pembahasan tersebut sangat relevan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Penjelasan tentang memaafkan ini mengingatkan kita bahwa Lebaran bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan sesama,” katanya.