Akan Datang Tamu yang Tak Diundang pada Setiap Orang
- 13 Mar 2026 23:29 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Setiap umat akan kedatangan tiga sebutan tamu yang tak diundang. Ketiganya itu adalah rezeki, takdir dan kematian yang dipastikan akan datang pada setiap makhluk.
Hal itu diingatkan penyampai kultum Husaini, sebelum salat tarawih di Masjid Syahidul Mukhkisin Perum Taman Pesona Bangka, Jumat, 13 Maret 2026.
"Rezeki, takdir, dan kematian jika sudah datang waktunya, siapapun tak bisa menolaknya. Kita perlu bekal terutama untuk tamu kematian yang pasti datang," kata Husaini.
Ia juga mengingatkan bahwa rezeki setiap orang sudah ditentukan oleh Allah. Rezeki akan datang tidak perlu khawatir. Allah sudah menakar dan menentukan rezeki pada setiap mahluknya.
"Rezeki dari Allah sudah pasti dan tidak akan tertukar. Begitupun jika bukan rezeki kita, rezeki itu tidak akan ada, meski kita mengejarnya," kata dia.
Tentang takdir, Husaini mengatakan takdir sudah pasti datang dan tidak bisa diubah. Takdir adalah ketetapan Allah, jadi siapapun harus menerimanya dengan lapang dada, sabar dan ikhlas.
"Takdir setiap manusia sudah tercatat di Yaumul Mahfuz, kitab yang berisi catatan takdir seluruh makhluk. Takdir sudah ditentukan, jadi kita harus percaya dan menerima dengan ikhlas," katanya.
Tentang fiqih yang disampaikan Husaini, umumnya dikemukakan pada kultum-kultum sebelumnya oleh para penceramah. Seorang penyampai kultum Akhmad Zakwan mengurai singkat terkait hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan perilaku manusia, seperti ibadah dan muamalah.
Zakwan di antaranya mengingatkan satu syariat Islam yang wajib dilaksanakan setiap umat Islam yakni kewajiban zakat fitrah dan zakat harta. Keduanya itu akan dihimpun oleh amil zakat.
Ia mengingatkan bahwa zakat fitrah wajib dibayar oleh setiap muslim sebelum salat Idulfitri. Zakat harta wajib dikeluarkan setiap tahun jika sudah mencapai nisab; batas minimum harta yang wajib dizakati.
"Khusus zakat fitrah, saya ingatkan agar amil zakat bisa benar-benar menyalurkannya pada mustahik secara adil. Ingat adil bukan berarti sama rata," kata Akhmat Zakwan.