Dampak Penggunaan Styrofoam bagi Makanan & Kesehatan

  • 11 Mar 2026 09:52 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID - Bangka : Tempat makan dari bahan styrofoam merupakan hal yang lazim ditemui. Namun taukah anda, kontaminasi bahan ini ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Penggunaan styrofoam semakin populer karena harganya murah. Meskipun wadah styrofoam makanan banyak dipakai, beberapa kota, seperti San Fransisco dan Seattle di Amerika Serikat, sudah mulai melarang penggunaannya. Alasannya, styrofoam berpotensi menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan.

“Bahan yang digunakan dalam styrofoam yaitu polistiren mengandung zat karsinogen yang membahayakan tubuh karena zat tersebut dapat menyebabkan kanker. Paparan polistiren kepada pengguna styrofoam dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Paparan yang lebih kronis akan menyebabkan depresi, sakit kepala, kelelahan, kelemahan, gangguan pendengaran bahkan gangguan fungsi ginjal,” kata Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Kepulauan Bangka Belitung, Boy Yandra, kepada RRI, Rabu, 11 Maret 2026.

Boy Yandra mengingatkan kepada para pengusaha kuliner untuk tidak lagi menggunakan wada Styrofoam untuk makanan yang dijual kepada pelanggan. Karena penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan juga dapat membuat makanan terkontaminasi terhadap polistiren.

“Terutama pada makanan yang bersuhu tinggi, mengandung lemak tinggi, atau terlalu lama pada wadah styrofoam menjadikan makanan berpeluang lebih besar terkontaminasi,” ujarnya.

Sementara salah seorang pelaku UMKM, Rina menyebut masih menggunakan wadah Styrofoam untuk produknya. Dia mengaku tidak mengetahui sama sekali jika penggunaan Styrofoam sangat berbahaya.

“Sejujurnya saya tidak tahu kalau Styrofoam ini berbahaya bagi makanan ya. Mulai sekarang saya tampaknya akan mencari alternatif lain agar lebih menyehatkan, Sya juga tidak mau kalau pelanggan saya kenapa-kenapa kesehatannya,” ucap Rina.

Rekomendasi Berita