Matcha Kian Digandrungi Anak Muda Bangka
- 02 Mar 2026 05:35 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Tren minuman kekinian terus berkembang di kalangan anak muda. Jika beberapa tahun terakhir kopi menjadi primadona, kini matcha mulai menunjukkan popularitasnya. Minuman berbahan dasar teh hijau asal Jepang ini semakin mudah ditemui, mulai dari gerai minuman pinggir jalan hingga kafe dan restoran di berbagai sudut kota.
Dira, owner MATCHA FOREST di Bangka, mengatakan bahwa fenomena ini terlihat jelas dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, selain kopi yang tetap digemari, matcha kini memiliki pasar tersendiri. “Sekarang bukan cuma kopi yang digandrungi anak muda. Matcha juga makin ke sini makin banyak peminatnya, dari booth kecil sampai kafe besar,” ujarnya.
Ia menilai, meningkatnya minat terhadap matcha tak lepas dari gaya hidup sehat yang mulai diadopsi generasi muda. Matcha dikenal memiliki segudang manfaat, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program diet. Kandungan antioksidan katekin, khususnya EGCG (Epigallocatechin Gallate), serta kadar kafein yang cukup tinggi, dipercaya mampu membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

“Matcha sangat bermanfaat untuk diet karena bisa mempercepat pembakaran lemak dan memberi energi tambahan. Kalau dikonsumsi rutin, oksidasi lemak saat olahraga juga bisa meningkat,” ungkap Dira. Namun, ia menekankan pentingnya memilih matcha murni tanpa tambahan gula atau susu berlebihan agar manfaatnya lebih maksimal.
Selain mendukung program diet, matcha juga dikenal membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Kandungan L-theanine di dalamnya bekerja menenangkan pikiran tanpa menyebabkan rasa kantuk, sehingga cocok dikonsumsi saat bekerja atau belajar. Kombinasi efek relaksasi dan energi inilah yang membuat matcha menjadi alternatif menarik selain kopi.
Dari sisi rasa, Dira mengakui sebagian besar pelanggannya justru menyukai varian classic. “Jujur saja, pelanggan paling suka matcha yang classic. Rasanya lebih autentik dan terasa khas tehnya,” Ujarnya. Meski demikian, berbagai kreasi seperti matcha latte hingga matcha blend buah tetap tersedia untuk memenuhi selera pasar.
Salah satu pendengar RRI asal Pangkalpinang, muti,mengaku mulai beralih dari kopi ke matcha sejak setahun terakhir. “Kalau minum kopi kadang deg-degan, tapi matcha rasanya lebih smooth dan tetap bikin fokus. Apalagi kalau tanpa gula, rasanya lebih ringan,” ungkapnya.
Dengan tren yang terus meningkat, Dira optimistis matcha akan tetap menjadi pilihan favorit anak muda Bangka. Bukan sekadar minuman kekinian, matcha kini hadir sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang memadukan cita rasa, energi, dan manfaat bagi tubuh.