Dari Miras ke Kopi, Selera Gen Z Berubah

  • 13 Jan 2026 20:58 WIB
  •  Sungaipenuh

KBRN, Sungai Penuh: Industri minuman beralkohol tengah menghadapi tekanan serius seiring berubahnya pola konsumsi generasi muda. Tren konsumsi minuman keras (miras) dilaporkan mengalami penurunan signifikan, dipicu pergeseran gaya hidup Generasi Z yang kini lebih memilih minuman non-alkohol.

Minuman berbasis kopi, khususnya kopi susu gula aren, menjadi salah satu simbol perubahan selera tersebut. Selain mudah dijangkau dan terjangkau secara harga, minuman ini dinilai lebih relevan dengan gaya hidup urban yang cepat, praktis, dan lekat dengan aktivitas produktif.

Peralihan ini tidak semata soal rasa, melainkan mencerminkan perubahan pola pikir. Generasi Z dikenal lebih peduli terhadap kesehatan, keseimbangan hidup, serta citra diri. Konsumsi alkohol yang selama ini identik dengan hiburan malam mulai ditinggalkan, digantikan oleh budaya nongkrong di kedai kopi yang dianggap lebih aman dan “kekinian”.

Sejumlah laporan industri menyebutkan, penurunan konsumsi alkohol berdampak langsung pada kinerja keuangan produsen miras, baik di tingkat global maupun lokal. Penurunan penjualan terutama terjadi pada segmen pasar anak muda yang sebelumnya menjadi target utama pemasaran.

Kerugian yang dialami industri ini bahkan ditaksir mencapai miliaran rupiah. Kondisi tersebut memaksa sejumlah produsen untuk meninjau ulang strategi bisnis, termasuk diversifikasi produk dan penyesuaian pendekatan pemasaran agar tetap relevan dengan perubahan selera konsumen.

Di sisi lain, tren ini justru menjadi angin segar bagi industri kopi dan minuman non-alkohol yang terus tumbuh pesat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup generasi muda kini menjadi faktor penentu arah industri minuman di masa depan.

Rekomendasi Berita