Jurnalis Muda Kerinci Tampilkan Ingkek Kaco Bersejarah
- 26 Jan 2026 09:51 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Seorang jurnalis muda asal Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi, tampil memukau dengan memperagakan tradisi adat Ingkek Kaco pada peresmian Sanggar Gong Berantai, yang disaksikan ratusan warga, tokoh adat, serta unsur pemerintahan kecamatan.
Jurnalis tersebut adalah Deza Ayu Putri Utami, yang dikenal sebagai satu-satunya jurnalis perempuan aktif di Kecamatan Danau Kerinci. Dalam pertunjukan tersebut, Deza tampil langsung sebagai pelaku tradisi dengan memperagakan ritual Ingkek Kaco, termasuk mengusap serpihan kaca ke wajah dan menginjak pecahan kaca, sebagai simbol keberanian, keteguhan batin, serta pengendalian diri.
Ingkek Kaco merupakan kesenian tradisional masyarakat Kerinci yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya menonjolkan ketahanan fisik, tetapi juga sarat nilai spiritual, penghormatan terhadap adat, dan ketaatan kepada leluhur.
Camat Danau Kerinci yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya daerah. Menurutnya, keberanian jurnalis muda tersebut menjadi contoh positif bagi anak-anak muda lainnya.
“Kami mengapresiasi partisipasi generasi muda, termasuk jurnalis, yang terlibat langsung melestarikan budaya. Ini menandakan tradisi masih hidup dan diminati kalangan muda,” ujarnya, Senin 26 Januari 2026.
Panitia pelaksana menjelaskan, peresmian Sanggar Gong Berantai bertujuan sebagai wadah pembinaan seni dan budaya lokal sekaligus ruang regenerasi pelaku seni tradisi di wilayah Danau Kerinci. Keterlibatan jurnalis muda dalam pertunjukan ini dinilai sejalan dengan semangat pelestarian tersebut.
Desa Tanjung Tanah sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Kerinci dan tercatat sebagai lokasi ditemukannya naskah Melayu tertua di dunia yang telah mendapat pengakuan UNESCO, sehingga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Melalui penampilan tersebut, Deza Ayu Putri Utami menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi di tengah arus modernisasi. Pemerintah kecamatan berharap sanggar budaya yang telah diresmikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai pusat kegiatan seni dan edukasi budaya bagi masyarakat.