Baju Kurung Melayu Jadi Primadona Lebaran 2026
- 05 Mar 2026 10:58 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, tren busana muslim perempuan mengalami pergeseran. Jika beberapa tahun terakhir gamis mendominasi etalase pusat perbelanjaan dan toko daring, kini model baju kurung Melayu justru mencuri perhatian dan menjadi buruan masyarakat.
Pantauan di sejumlah pusat perbelanjaan menunjukkan, koleksi baju kurung Melayu tampil lebih variatif, baik dari segi warna, motif, hingga bahan. Modelnya yang longgar dan santun dinilai lebih nyaman dikenakan untuk aktivitas silaturahmi saat Lebaran.
Berbeda dengan gamis berpotongan lurus dan cenderung minimalis yang sempat menjadi primadona, baju kurung Melayu menawarkan siluet yang lebih fleksibel. Atasan longgar dipadukan dengan rok atau kain memberi ruang gerak lebih luas, sekaligus tetap menampilkan kesan anggun dan sopan.
Sejumlah pelaku usaha fesyen mengakui permintaan baju kurung Melayu meningkat signifikan dalam dua bulan terakhir. Selain faktor kenyamanan, unsur budaya turut memengaruhi kebangkitan model ini. Baju kurung dinilai merepresentasikan identitas busana tradisional Melayu yang sederhana namun elegan.
Dari sisi desain, tren tahun ini menghadirkan sentuhan modern pada potongan klasik. Detail bordir, renda halus, serta pemilihan warna pastel dan earth tone menjadi daya tarik tersendiri. Tak sedikit pula desainer yang memadukannya dengan kain tenun atau songket untuk memberi kesan lebih mewah.
Pengamat fesyen menilai kembalinya baju kurung Melayu juga dipengaruhi oleh tren modest fashion global yang mengedepankan kenyamanan tanpa meninggalkan nilai kesopanan. Konsumen kini semakin selektif, tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga fungsi dan kenyamanan saat dikenakan dalam waktu lama.
Momentum Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga menjadi faktor lain. Busana yang longgar dan tidak membatasi gerak dinilai lebih sesuai untuk aktivitas berkunjung dari rumah ke rumah.
Dengan meningkatnya minat masyarakat, baju kurung Melayu diperkirakan akan menjadi salah satu tren utama busana Lebaran tahun 2026. Pergeseran ini sekaligus menunjukkan bahwa fesyen bersifat dinamis, mengikuti kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berkembang.