Epidemiolog: Hindari Buah Bekas Gigitan Kelelawar
- 16 Feb 2026 06:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ahli Biostatistika Epidemiologi sekaligus Dosen Luar Biasa Universitas Airlangga, Windhu Purnomo mengingatkan bahaya buah dimakan codot. Ia meminta masyarakat menghindari konsumsi buah bekas gigitan kelelawar pemakan buah (codot), sebagai antisipasi penularan virus Nipah.
Menurutnya, penelitian peneliti kelelawar di Jawa Tengah menemukan keberadaan virus pada populasi kelelawar. Temuan tersebut sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi.
"Kemarin ada peneliti kelelawar meneliti di Jawa Tengah dan publikasinya sudah ada di jurnal internasional. Hasilnya menunjukkan antibodi dan virus sudah ditemukan pada kelelawar di wilayah tersebut," ujar Windhu Purnomo, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kelelawar pembawa virus telah ditemukan di Indonesia, tetapi belum menular ke manusia. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengonsumsi buah bekas dimakan codot.
"Yang penting jangan sampai manusia tertular dari kelelawar atau codot. Jangan mengonsumsi buah yang sudah dimakan codot meskipun rasanya manis," katanya.
Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan memicu wabah regional. Survei nasional 2023-2024 menemukan material genetik virus Nipah pada kelelawar buah di Indonesia.
"Meskipun tidak banyak, artinya kelelawar mengandung virus sudah ada di Indonesia. Mudah-mudahan sampai sekarang belum ada penularan virus tersebut ke manusia," ucapnya mengakhiri.