Asal Mula Nasi Pecel Madiun, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari
- 10 Mar 2026 09:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Jawa Timur Nasi pecel dikenal sebagai salah satu kuliner khas Jawa Timur yang memiliki cita rasa sederhana namun menggugah selera. Hidangan yang identik dengan sayuran rebus dan siraman sambal kacang ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di Madiun. Seiring waktu, nasi pecel dari daerah ini bahkan dikenal luas dengan sebutan nasi pecel Madiun.
Berdasarkan karya Fadly Rahman tulisan dalam buku kuliner tradisional Jawa berjudul Jejak Rasa Nusantara, nasi pecel dipercaya sudah ada sejak masa masyarakat agraris di wilayah Jawa. Pada masa itu, masyarakat memanfaatkan hasil kebun seperti bayam, kacang panjang, tauge, dan daun singkong sebagai lauk sederhana yang direbus. Sayuran tersebut kemudian disajikan dengan sambal kacang yang dibuat dari kacang tanah, cabai, gula merah, dan kencur sehingga menghasilkan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.
Di wilayah Madiun, hidangan ini berkembang dengan ciri khas tersendiri. Sambal pecel dibuat lebih kental dengan perpaduan bumbu yang kuat, sehingga menghasilkan rasa yang lebih kaya. Penyajiannya biasanya dilengkapi dengan nasi hangat, rempeyek kacang, tahu, tempe, serta kadang ditambahkan lauk lain seperti telur atau ayam.
Seiring perkembangan zaman, nasi pecel Madiun tidak hanya menjadi makanan rumahan, tetapi juga berkembang sebagai kuliner khas daerah yang mudah ditemukan di berbagai kota. Banyak orang menjadikannya pilihan sarapan hingga makan siang karena rasanya yang lezat, bergizi, dan mengenyangkan.
Kini, nasi pecel Madiun tetap mempertahankan keaslian rasanya sekaligus menjadi salah satu kuliner tradisional yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, memperkaya ragam cita rasa khas Indonesia.