Sejarah Tempe Mendoan, Kuliner Tradisional dari Tanah Banyumas

  • 12 Mar 2026 09:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia dikenal memiliki beragam kuliner tradisional yang lahir dari kearifan lokal masyarakat di berbagai daerah. Salah satu makanan yang cukup populer adalah Tempe Mendoan, hidangan tempe goreng berbalut tepung tipis yang dimasak setengah matang sehingga memiliki tekstur lembut dan sedikit basah. Makanan ini berasal dari wilayah Banyumas, sebuah daerah di Jawa Tengah yang terkenal dengan tradisi kulinernya yang khas.

Menurut catatan Fadly Rachman dalam buku kuliner tradisional Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, tempe mendoan sudah dikenal masyarakat Banyumas sejak lama, terutama sejak tempe menjadi bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Jawa. Tempe sendiri telah menjadi makanan penting bagi masyarakat karena mudah diolah, memiliki nilai gizi tinggi, serta harganya terjangkau.

Kata “mendoan” berasal dari bahasa Banyumasan, yaitu dari kata “mendo” yang berarti setengah matang atau lembek. Istilah tersebut merujuk pada cara memasak tempe yang digoreng cepat dalam minyak panas sehingga lapisan tepungnya matang, namun bagian dalamnya tetap lembut. Teknik memasak inilah yang kemudian menjadi ciri khas utama dari tempe mendoan.

Pada awalnya, tempe mendoan dibuat sebagai makanan sederhana yang sering disajikan sebagai lauk atau camilan bagi masyarakat pedesaan. Tempe yang digunakan biasanya diiris tipis dan lebar, kemudian dicelupkan ke dalam adonan tepung yang telah diberi bumbu seperti bawang putih, ketumbar, daun bawang, dan sedikit garam. Setelah itu, tempe digoreng sebentar hingga berwarna kuning pucat.

Dalam perkembangannya, tempe mendoan tidak hanya menjadi makanan rumahan, tetapi juga menjadi salah satu kuliner khas daerah Banyumas yang dikenal luas. Hidangan ini biasanya disajikan hangat dengan cabai rawit atau sambal kecap sebagai pelengkap. Rasa gurih dari adonan tepung yang berpadu dengan tekstur lembut tempe membuat makanan ini digemari oleh berbagai kalangan.

Seiring berjalannya waktu, tempe mendoan semakin populer dan mulai dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Banyak warung makan hingga restoran yang menghadirkan menu ini sebagai hidangan pendamping. Bahkan di beberapa kota besar, tempe mendoan sering dijadikan camilan favorit yang disajikan bersama teh hangat atau kopi.

Keberadaan tempe mendoan hingga saat ini menunjukkan bagaimana makanan sederhana dapat berkembang menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Nusantara. Berawal dari tradisi masyarakat Banyumas yang mengolah tempe dengan cara sederhana, tempe mendoan kini menjadi salah satu kuliner yang dikenal luas dan tetap mempertahankan cita rasa khasnya dari generasi ke generasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita