Sejarah Tahu Petis, Cita Rasa Khas yang Melekat di Surabaya

  • 12 Mar 2026 09:59 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kota Surabaya dikenal memiliki beragam kuliner tradisional yang kaya rasa dan sarat sejarah. Salah satu makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah Tahu Petis. Hidangan sederhana ini terdiri dari tahu goreng yang disajikan dengan saus petis berwarna hitam pekat yang memiliki rasa manis, gurih, dan sedikit asin. Meski terlihat sederhana, tahu petis memiliki cerita panjang yang berkaitan erat dengan budaya kuliner masyarakat pesisir Jawa Timur.

Sejarah tahu petis tidak bisa dilepaskan dari penggunaan petis, yaitu pasta kental berwarna gelap yang dibuat dari sari rebusan udang atau ikan yang dimasak hingga mengental. Dalam berbagai catatan kuliner tradisional, salah satunya yang dibahas Fadly Rachman dalam buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, petis telah lama dikenal oleh masyarakat pesisir di wilayah Jawa Timur. Bahan ini awalnya muncul sebagai hasil olahan sampingan dari proses pembuatan terasi atau pengolahan hasil laut.

Sebagai kota pelabuhan yang sejak lama menjadi pusat perdagangan, Surabaya memiliki akses melimpah terhadap hasil laut seperti udang dan ikan. Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat terbiasa mengolah berbagai produk laut menjadi bumbu maupun makanan khas. Dari sinilah petis berkembang menjadi salah satu bahan penting dalam banyak hidangan tradisional, termasuk tahu petis.

Tahu yang digunakan dalam hidangan ini biasanya digoreng hingga bagian luarnya sedikit renyah, lalu dibelah dan diisi atau disiram dengan petis yang telah dibumbui. Petis tersebut umumnya dicampur dengan bawang putih, cabai, gula merah, dan sedikit air jeruk nipis untuk menghasilkan rasa yang lebih seimbang. Perpaduan antara tahu yang lembut dan saus petis yang kuat menciptakan rasa khas yang sulit ditemukan pada hidangan lain.

Pada masa lalu, tahu petis sering dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar pasar tradisional atau kawasan pelabuhan. Makanan ini menjadi camilan yang digemari masyarakat karena harganya terjangkau namun memiliki rasa yang kaya. Dari warung-warung sederhana tersebut, popularitas tahu petis perlahan menyebar ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Seiring perkembangan waktu, tahu petis semakin dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Surabaya. Hidangan ini tidak hanya dijumpai di pasar atau warung kaki lima, tetapi juga mulai disajikan di berbagai rumah makan yang menghadirkan menu khas Jawa Timur. Bahkan bagi para wisatawan yang datang ke Surabaya, tahu petis sering menjadi salah satu makanan yang wajib dicicipi.

Keberadaan tahu petis hingga sekarang menunjukkan bagaimana kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan sederhana dapat menghasilkan kuliner yang khas dan bertahan lintas generasi. Dari hasil olahan laut yang awalnya hanya menjadi produk sampingan, petis berkembang menjadi bumbu penting yang memberi identitas kuat pada berbagai hidangan, termasuk tahu petis yang kini menjadi bagian dari kekayaan kuliner Surabaya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita