Lontong Mie Surabaya, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Legendaris
- 12 Mar 2026 10:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kota Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota pahlawan, tetapi juga sebagai salah satu pusat perkembangan kuliner khas di Jawa Timur. Beragam makanan tradisional lahir dari perpaduan budaya dan kebiasaan masyarakat yang telah berlangsung sejak lama. Salah satu hidangan yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah Lontong Mie, kuliner khas Surabaya yang memadukan lontong, mie kuning, tauge, tahu goreng, serta kuah gurih yang khas.
Asal-usul lontong mie diyakini berkaitan erat dengan interaksi budaya yang terjadi di Surabaya sejak masa perdagangan maritim. Sebagai kota pelabuhan yang ramai, Surabaya sejak dahulu menjadi tempat bertemunya berbagai budaya, termasuk budaya lokal Jawa dan pengaruh kuliner dari komunitas Tionghoa. Dalam catatan kuliner tradisional Fadly Rachman dalam buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, banyak hidangan di kota-kota pelabuhan yang lahir dari perpaduan bahan makanan serta teknik memasak dari berbagai tradisi.
Perpaduan antara lontong dan mie dalam satu hidangan menjadi salah satu contoh hasil akulturasi tersebut. Lontong merupakan makanan yang telah lama dikenal dalam tradisi kuliner masyarakat Jawa, sementara mie dikenal luas sebagai bahan makanan yang banyak digunakan dalam masakan Tionghoa. Dari kombinasi kedua bahan ini, masyarakat Surabaya kemudian menciptakan hidangan baru yang sederhana namun memiliki cita rasa khas.
Lontong mie biasanya terdiri dari potongan lontong, mie kuning, tauge, dan tahu goreng yang disusun dalam satu piring. Hidangan ini kemudian disiram dengan kuah kaldu gurih yang biasanya dibuat dari campuran bawang putih, bawang merah, petis, dan berbagai bumbu lainnya. Beberapa penyajian juga dilengkapi dengan lentho, yaitu gorengan berbahan kacang tolo yang menambah tekstur dan rasa pada hidangan tersebut.
Pada masa lalu, lontong mie sering dijual oleh pedagang keliling di berbagai sudut kota Surabaya, terutama di kawasan permukiman dan pasar tradisional. Makanan ini menjadi pilihan favorit masyarakat karena porsinya cukup mengenyangkan dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas membuat hidangan ini mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Seiring berjalannya waktu, lontong mie semakin dikenal sebagai salah satu kuliner khas Surabaya. Hidangan ini tidak hanya ditemukan di warung sederhana, tetapi juga menjadi bagian dari menu di berbagai pusat kuliner yang menawarkan makanan tradisional Jawa Timur. Banyak pengunjung dari luar kota yang menjadikan lontong mie sebagai salah satu makanan yang wajib dicicipi ketika berkunjung ke Surabaya.
Keberadaan lontong mie hingga saat ini menunjukkan bagaimana sebuah hidangan sederhana dapat lahir dari pertemuan berbagai budaya dan berkembang menjadi bagian penting dari identitas kuliner daerah. Dari perpaduan lontong dan mie yang awalnya hanya dinikmati masyarakat lokal, lontong mie kini menjadi salah satu simbol kekayaan kuliner Surabaya yang tetap bertahan dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.