Sempol, Jajanan Sederhana yang Tumbuh dari Kreativitas Kuliner Malang
- 12 Mar 2026 15:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia memiliki beragam jajanan kaki lima yang lahir dari kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan makanan sederhana. Salah satu camilan yang cukup populer di berbagai daerah adalah Sempol. Makanan ini dikenal sebagai jajanan yang terbuat dari campuran daging ayam dan tepung, dibentuk memanjang pada tusuk bambu, lalu digoreng hingga berwarna keemasan.
Sejarah kemunculan sempol sering dikaitkan dengan perkembangan jajanan jalanan di wilayah Malang, sebuah kota di Jawa Timur yang dikenal memiliki beragam kuliner khas. Dalam beberapa catatan Fadly Rachman kuliner tradisional yang dibahas dalam buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, jajanan seperti sempol muncul sebagai bentuk inovasi masyarakat dalam memanfaatkan bahan pangan yang mudah didapat serta memiliki harga terjangkau.
Nama “sempol” sendiri diyakini berasal dari bahasa Jawa yang berkaitan dengan bentuk makanan yang ditusuk menggunakan batang bambu. Bentuknya yang menyerupai sate membuat jajanan ini mudah dikenali. Namun berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan potongan daging utuh, sempol dibuat dari adonan daging ayam yang dihaluskan kemudian dicampur dengan tepung tapioka dan berbagai bumbu.
Pada awal kemunculannya, sempol dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar sekolah, pasar, dan kawasan permukiman. Jajanan ini cepat dikenal karena rasanya gurih serta harganya yang relatif murah. Selain itu, proses pembuatannya juga cukup sederhana. Adonan daging ayam yang telah dibumbui dibentuk memanjang pada tusuk bambu, kemudian direbus hingga matang sebelum akhirnya digoreng.
Salah satu ciri khas sempol adalah proses penyajiannya. Setelah digoreng, sempol biasanya dicelupkan terlebih dahulu ke dalam kocokan telur, lalu digoreng kembali hingga bagian luarnya menjadi lebih renyah. Tahapan ini memberikan tekstur yang berbeda, dengan bagian luar yang sedikit garing namun tetap lembut di dalam.
Dalam perkembangannya, sempol tidak hanya dikenal di Malang, tetapi juga mulai populer di berbagai daerah di Indonesia. Banyak pedagang yang menjual sempol dengan berbagai variasi rasa maupun tambahan saus seperti sambal, saus tomat, atau mayones. Bahkan beberapa variasi modern menghadirkan sempol dengan isian keju atau tambahan bumbu pedas.
Popularitas sempol menunjukkan bagaimana jajanan sederhana dapat berkembang menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat. Berawal dari kreativitas pedagang kaki lima yang memanfaatkan bahan sederhana, sempol kini menjadi salah satu camilan yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak dan remaja.
Hingga kini, sempol tetap menjadi salah satu jajanan khas yang mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Dari gerobak kecil di pinggir jalan hingga pusat jajanan modern, camilan ini terus mempertahankan daya tariknya sebagai makanan ringan yang sederhana namun penuh cita rasa.