Pemprov Jatim Tindaklanjuti Pungutan Liar Wisata Tumpak Sewu
- 28 Jan 2026 18:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemprov Jatim akan memanggil pemkab Malang maupun Lumajang, buntut penarikan tarif liar di kawasan wisata Tumpak Sewu. Dalam waktu dekat, kedua pemkab akan dimintai klarifikasi perihal adanya oknum yang meresahkan wisatawan tersebut.
Rekomendasi izin tarif di kawasan wisata air ini, dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA). Telah disepakati, pemungutan tarif dilakukan di masing masing pintu masuk kedua kabupaten, baik Malang maupun Lumajang.
Ruse Rante Pademme, Kabid Bina Manfaat Dinas PU SDA Jatim pada Rabu, 28 Januari 2026 menjelaskan, rupanya ada oknum yang kembali memungut tarif di dasar sungai. Oleh karena itu, pihaknya akan meminta klarifikasi, untuk menentukan tindakan selanjutnya.
"Jadi kalau memang ada yang menyalahgunakan izin, kan jelas ada di item di bawah itu, bahwa kalau disalahgunakan izin, izin dapat dibekukan atau dicabut. Nah itu yang kita mau rapatkan, sejauh mana mereka menyalahgunakan," ujarnya.
Ruse menjelaskan, untuk pemungutan tarif yang berizin, di masing masing wilayah dikelolah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun oknum yang memungut tarif di dasar sungai, juga mengaku bekerjasama dengan Desa.
"Kita klarifikasi apakah benar orangnya ya misalnya si Rohim ini apakah kerjasama dengan BUMDes. Kalau memang kerjasama, seperti apa kerja samanya," imbuhnya.
Berdasarkan pengakuan Kepala Desa setempat, jika pihaknya tidak melakukan kerjasama dengan oknum tersebut. Bahkan yang bersangkutan telah dipanggil oleh aparat Desa.
"Nah itu yang saya mau minta dari kepala desa, setelah dipanggil apa hasil dari pemanggilan kepala desa itu dengan beliau (oknum, red)," katanya.
Perihal penarikan tarif, Dinas PU SDA Jatim selaku pengelolah air sungai dan sempadan sungai, telah memberi rekomendasi izin bagi masing masing wilayah Malang dan Lumajang. Kemudian disepakati, penarikan tarif hanya dipintu masuk menuju lokasi Tumpak Sewu.
"Nah kan sudah disepakati bahwa di pintu masuk ya jadi pintu masuk itu di sempadan ya. Tapi kenyataannya ada yang menarik di dasar sungai itu yang masalah," tuturnya.