Wawali Solo Hadiri Pertunjukan Seni Kolaborasi Japan–Indonesia
- 25 Feb 2026 00:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Wali (Wawali) Solo, Astrid Widayani menghadiri acara pertunjukan seni kolaborasi Japan–Indonesia di Ndalem Joyokusuman, Sabtu 21 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pertukaran budaya antara komunitas Sousei Kagura Jepang dan Sanggar Semarak Candra Kirana Solo. Sebanyak 24 orang dari komunitas Sousei Kagura hadir di Solo dalam program pertukaran budaya yang berlangsung selama lima hari sejak 18 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Astrid Widayani mengatakan kolaborasi ini tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan seni, tetapi juga terlibat dalam dialog budaya yang mendalam dan penuh makna.
"Melalui kolaborasi istimewa ini, yang mempertemukan kesakralan tradisi Kagura Jepang dan keanggunan tari klasik Indonesia, kita tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan seni, tetapi juga terlibat dalam dialog budaya yang mendalam dan penuh makna," kata Astrid Widayani.
Rombongan sendiri dipimpin oleh guru Kagura generasi ke-80. Sousei Kagura dikenal sebagai bagian dari tradisi Kagura, tarian sakral kuno Jepang yang telah hidup sejak ratusan tahun lalu dan berakar pada ritual Shinto sebagai bentuk persembahan kepada para dewa.
Secara historis, Kagura berkembang dari ritual istana (mikagura) hingga menyebar ke daerah-daerah (satokagura). Pertunjukan ini memadukan unsur tari, musik tradisional seperti taiko (gendang), seruling, dan nyanyian ritual, serta kerap mengangkat kisah-kisah mitologi Jepang, termasuk legenda Dewi Matahari Amaterasu.
Ditambahkan Astrid Widayani, dirinya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Komunitas Sousei Kagura dan Sanggar Semarak Candra Kirana atas dedikasi dan komitmennya menghadirkan pertunjukan luar biasa.
"Atas nama Pemerintah Kota Surakarta, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komunitas Sousei Kagura dan Sanggar Semarak Candra Kirana atas dedikasi dan komitmennya menghadirkan pertunjukan luar biasa ini," katanya menambahkan.
Acara semakin khidmat dengan penampilan tari dari kedua negara. Dari Indonesia ditampilkan Tari Srimpi yang sarat kelembutan dan filosofi keraton, sedangkan dari Jepang dipentaskan Tari Kaguya yang merupakan bagian dari repertoar Kagura, mengangkat kisah klasik Putri Kaguya dalam balutan gerak simbolik dan musik tradisional.
Astrid berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi awal kemitraan budaya yang berkelanjutan melalui pertunjukan, lokakarya, pertukaran seniman, hingga program edukasi bagi generasi muda. (JK)