Pergelaran Boneka Nusantara Eksplorasi Karya Visual Anak-anak dan Difabel
- 25 Feb 2026 12:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA - Pergelaran cerita rakyat bertajuk “ Boneka Nusantara “ berhasil dipentaskan sebagai eksplorasi karya visual untuk anak-anak berkebutuhan khusus di teater arena Taman Budaya Jawa Tengah, Selasa malam 24 Februari 2026. Boneka Nusantara kali ini mengangkat cerita rakyat Jawa Tengah yakni legenda “ Baru Klinting “ .
Pemprakarsa karya Boneka Nusantara Arsa Khoirol Lathifa menjelaskan sebenarnya pergelaran boneka nusantara berdiri dan bertumbuh sejak tahun 2020 lalu . Hal itu didukung karena Boneka Nusantara sebagai penerima Fasilitasi Bidang Kebudayaan ( FBK ) tahun 2020 angkatan pertama . FBK kini bernama Dana Indonesiana, telah mendukung ribuan kegiatan seniman baik perseorangan maupun kelompok atau lembaga kesenian dan kebudayaan.
“ Jadi kami sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia craft terutama boneka, waktu itu kita berkolaborasi bersama Teater Ruang Hening Kabupaten Semarang”, kata Arsa Khoirol .
Tahun ini Boneka Nusantara dipercaya kembali oleh Kementrian Kebudayaan RI untuk kembali berkarya dan didukung penuh oleh Dana Indonesiana tahun 2025 dan LPDP dalam kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif. Sementara tema dan judul tahun ini adalah Boneka Cerita Rakyat Inklusif. Menampilkan pertunjukan teater bersama putra-putri Inklusi dari SD Inklusi Surakarta yaitu SDN Nayu Barat 1 Surakarta dan SDN Bromantakan Surakarta dan Teater Ruang Hening Kabupaten Semarang.
Boneka Nusantara berfokus pada penciptaan karya yaitu boneka karakter dengan kolaborasi teater. Nantinya akan menghasilkan suatu karya yaitu pementasan teater untuk melestarikan budaya yaitu dongeng, cerita rakyat, difabel khususnya untuk regenerasi seniman dan budayawan di masa depan.
Program ini didukung penuh oleh Dana Indonesiana 2026, Kementrian Kebudayaan RI, LPDP dan media partner lain diantaranya Teater Ruang Hening Kabupaten Semarang, SDN Nayu Barat 1 Surakarta, SDN Bromantakan Surakarta, Sanggar Nusa Mekar, Pelet art, Teater Sakha. Juga melibatkan Kelompok Bermain Bakat, Varanita Atelier, Sanggar Seni Kembang Joyo, Artistika Stage Art, Teosofi Surakarta, Blue Sablon Advertising, Teater Tesa, Teater Tesa Surakarta dan Jaga Rasa Catring.
Salah satu pengamat teater Surakarta Helmi Prayitno menyampaikan apresiasi dengan kegiatan boneka nusantara , terutama untuk konsumsi anak-anak difabel . Harapannya kegiatan tersebut bisa diadakan setiap tahun keliling kota tidak terpusat di kota besar saja. Pergelaran Boneka Nusantara kali ini juga merupakan salah satu solusi untuk mengisi kegiatan anak-anak di bulan Ramadan .
“ Ini kegiatan sangat baik dan positif , karena anak-anak difabel jarang sekali menikmati cerita rakyat seperti ini “ , kata Helmi mengakhiri. .