Studio Lokananta Saksi Sejarah Perkembangan Musik di Indonesia
- 03 Mar 2026 09:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Lokananta resmi berdiri pada 29 Oktober 1956 di Kota Surakarta. Studio legendaris ini diprakarsai oleh Raden Maladi guna memenuhi kebutuhan produksi piringan hitam untuk radio milik pemerintah pusat.
Fungsi utama bangunan ini sangat penting karena menjadi pusat dokumentasi audio untuk menyimpan seluruh materi siaran radio nasional. Puguh (2018) dalam jurnalnya menjelaskan Lokananta dalam produksi piringan hitam sejak awal berkontribusi pada penyebaran budaya termasuk bersama RRI.
Maestro musik yang pernah merekam karya emas di sini termasuk Waldjinah dan juga tokoh legendaris bernama Gesang Martohartono. Lokananta mempunyai koleksi ribuan lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia (Berliani, 2012).
Secara arsitektural, Gedung Lokananta mencerminkan gaya modern fungsional yang sangat populer pada masa awal kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Gaya ini menekankan pada kesederhanaan bentuk, garis-garis tegas, serta fungsi ruang yang efisien tanpa banyak ornamen dekoratif.
Bangunan tersebut dirancang tidak hanya sebagai simbol kemajuan, tetapi juga sebagai pusat produksi rekaman yang representatif pada masanya. Ruang studionya menggunakan teknologi akustik terbaik saat itu, sehingga mampu menghasilkan kualitas suara yang sangat jernih dan berkualitas tinggi.
Saat ini Lokananta telah berhasil bertransformasi menjadi ruang kreatif publik yang sangat modern bagi seluruh masyarakat Kota Solo. Nilai historis yang sangat tinggi menjadikan tempat ini sebagai warisan budaya nasional yang wajib dilestarikan selamanya oleh kita.(Aris- Dimas Sahabat Magang UNS)
Sumber :
• Puguh, D. R. (2018). Perusahaan Rekaman Lokananta, 1956–1990-an: Perkembangan Produksi dan Kiprahnya dalam Penyebarluasan Seni Pertunjukan Jawa Surakarta. SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities, 2(2), 425.
• Berliani, M. (2012). Sekolah Musik Karawitan Lokananta di Surakarta. IMAJI. 1(3). 533-544.
(Dimas Feby Kharisma Putra - Universitas Sebelas Maret/Sahabat Magang)