Tradisi Halal Bihalal: Merajut Harmoni Masyarakat
- 04 Mar 2026 10:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Tradisi Halal Bihalal merupakan momen sakral yang dilakukan umat Muslim Indonesia untuk saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan Syawal sebagai bentuk pembersihan diri dari segala khilaf kepada sesama manusia.
M. Quraish Shihab dalam bukunya ‘Membumikan Al-Qur'an’ menjelaskan Halal Bihalal adalah produk asli Indonesia yang menggabungkan agama dengan kearifan lokal. Tradisi ini menjadi sangat penting bagi masyarakat karena mampu mempererat tali silaturahmi yang sempat merenggang sebelumnya.
Masyarakat biasanya menyelenggarakan acara ini di masjid, kantor, atau rumah tinggal dengan suasana kekeluargaan yang sangat kental. Halal bihalal dianggap sebagai momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan memperbaiki hubungan sosial antar anggota masyarakat (Zulfikar, 2018).
Prosesi ini berjalan diawali dengan pembacaan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan sesi bersalam-salaman secara tertib dan hangat. Hidangan khas lebaran seperti ketupat dan opor ayam selalu tersedia untuk melengkapi kebahagiaan para tamu yang hadir.
Halal Bihalal menjadi fondasi yang kuat bagi persatuan bangsa Indonesia karena di dalamnya terdapat semangat untuk saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas. Tradisi ini bukan sekadar ajang berkumpul setelah Hari Raya, tetapi juga menjadi momentum untuk membersihkan hati dari rasa dendam dan prasangka.
Melalui sikap saling memaafkan, hubungan antarsesama menjadi lebih harmonis sehingga memperkuat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Halal Bihalal perlu terus dilestarikan agar kedamaian sosial dan persatuan bangsa tetap terjaga di masa depan.(Aris-Dimas Sahabat Magang UNS)
Referensi :
• Zulfikar, E. (2018). Tradisi Halal Bihalal dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Jurnal Studi Al-Qur’an, 14(2), 127–150.
• Shihab, M. Q. (1992). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Mizan.