Nvidia Waspadai Dampak Krisis Memori Global
- 27 Feb 2026 10:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Produsen chip grafis Nvidia memperingatkan harga graphic card PC belum akan turun dalam waktu dekat. Perusahaan menyebut pasokan komponen masih “sangat ketat” akibat kelangkaan memori yang dipicu tingginya permintaan industri kecerdasan buatan.
Dalam laporan keuangan kuartal keempat fiskal yang berakhir 25 Januari, Nvidia mencatat pendapatan divisi gim tumbuh 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun secara kuartalan, penjualan gim turun 13 persen.
Dilansir dari pcmag.com, Chief Financial Officer Nvidia, Colette Kress, menyatakan kendala pasokan diperkirakan masih menjadi hambatan bagi bisnis gim pada kuartal pertama fiskal 2027 dan seterusnya. Ia mengakui kondisi suplai kemungkinan tetap ketat dalam beberapa kuartal ke depan.
Kelangkaan memori global disebut membuat produksi kartu grafis generasi terbaru ikut terdampak. Laporan industri bahkan menyebut peluncuran seri RTX 6000 generasi berikutnya berpotensi mundur hingga 2028.
Sementara itu, harga sejumlah kartu grafis kelas atas seperti GeForce RTX 5080 dan GeForce RTX 5070 Ti dilaporkan melonjak 200 hingga 500 dolar AS di atas harga ritel yang direkomendasikan. Di tengah situasi tersebut, Nvidia tetap mencetak rekor pendapatan.
Pada kuartal yang sama, pendapatan divisi pusat data mencapai 62,3 miliar dolar AS. Jauh melampaui pendapatan divisi gim yang sebesar 3,7 miliar dolar AS. Lonjakan ini didorong tingginya permintaan chip untuk infrastruktur AI.
Kondisi ini menunjukkan prioritas industri semikonduktor saat ini lebih condong memenuhi kebutuhan pusat data AI dibanding pasar konsumen. Hal ini merupakan perubahan yang terjadi di era global.